Karena hape telah membunuh segalanya, mari kita mengingat kalau tidak salah:
  • kamera saku terbunuh oleh kamera hape
  • Warnet dan wartel terbunuh oleh teknologi jaringan hape
  • Koran dan majalah cetak punah karena teknologi baca digital hape
  • Bahkan pasar PC, telivisi, hingga studio broadcasting tergerus hampir habis karena keberadaan dan pertumbuhan hape. Saya bisa menonton bola melaui hape, menulis melalui hape dan tablet
  • Consol game? Banyak consol consol game portable telah punah karena hape
  • Walkman? Musik Player hardware? Untuk apa? Bisa dengan musik sepuasnya melalui hape.
Lalu apakah blogger juga terbunuh oleh kemudahan hape? Sedikit banyaknya Anda akan percaya: Ya.

Faktanya menurut hasil studi para ahli, kita ambil dari hasil studi Prof Rhenald Kasali:
  • 80% pengguna internet semenjak tahun 2019-2020 adalah penonton video dan trend terus meningkat, konten membaca halaman webblog tinggal 12% sisanya terbagi oleh beberapa hal lain.
  • 90% internetnya itu sendiri semenjak tahun 2020 terdeteksi dipergunakan untuk menonton video video baik tiktok Facebook Watch, InstaVideo, Youtube dll, dan bermain game online, sisanya tinggal 7% untuk mengunjungi dan membaca halaman weblog, itupun terbagi lagi dengan membaca di laman facebook, tumblr dll. 
  • Generasi video adalah mereka yang dilahirkan setelah tahun 1997 dan trend meningkat pada mereka yang di lahirkan di atas tahun 2000-an seperti Anissa dan Adel kata Profesor Kasali: 'Mereka adalah generasi cucu saya"
  • Professor Kasali juga menggaris bawahi, lebih banyak orang di luar dunia pendidikan tiba tiba mendapat pengakuan akademis berkat konten video, beberapa contoh tak terbantahkan: Petani bisa membuat dan menerbangkan helikopter berkat mengikuti tutorial video di yotube, beberapa orang lain berhasil membangun usaha sukses melampaui kalangan akademis dan bahkan - disini ironinya - membayar kalangan akademisi untuk memembangun bisnis berkelanjutan. 
  • Banyak kalangan remaja berhasil suskes belajar koding, matimatika dan disiplin ilmu keras lainnya yang bahkan sangat sulit di raih di dunia pendidikan konvensional berkat belajar melalui cara visual video.
  • Terlepas dari apa kata sebagian kalangan, tampaknya lebih banyak para ahli yang mengakui bahwa konten youtube lebih cocok untuk masa sekarang sebagai sarana informasi, latihan hingga edukasi.
Jadi ada banyak hal memang tidak bisa terhindarkan. Banyak orang tentu saja akan bertahan sampai ke titik penghabisan, karena dunia blog memang sedang membutuhkannya. Namun jangan lupa semenjak blog di temukan dia hanyalah sebuah aplikasi online yang tentu saja harus di akui akan segera kehilangan sinarnya dan kemudian menghilang pada suatu masa.

Fakta bahwa kita merasa blog masih worthed adalah karena kita masih berada dan terlibat di dalamnya. Jika berada diluar banyak generasi 'Bocil' yang sedang main game di luar jika ditanya:

Tahu blog, blogger, wordpress? Mereka menggelengkan kepala
Ketika di tanya: Tahu, instagram, facebook dan youtube? Semua mengacungkan telunjuk: Yaaaa! 

Iseng ketika kami membuat konten video selama beberapa minggu. Sedih juga sih, tapi kita memang 99% seringkali tidak dapat menahan arus zaman. Bahkan nabi nabi Tuhan saja di utus sesuai dengan zaman dan generasi manusia.

Youtube versus Blogger

Faktanya baik Youtube maupun Blogger itu milik google tidak dapat membuat blogger bertahan dari gempuran pendatang pendatang baru. Akan tetapi tampaknya benar tidak mungkin Youtube berniat membunuh 'blogger'. Mereka satu ayah dan hanya ingin bertahan selagi bisa bertahan memenuhi keinginan pengunjung.

Zaman dimana blogging bertambah mudah ternyata membuat dunia blogging sampai ke titik jenuh, smartphone membuat segala kemungkinan dan menampakan banyak pilihan: Mudah terhubung melalui whatsapp, Instagram. Mudah mengakses Media sosial dan mudah sekali menonton dan menikmati konten video! Jadi Youtube tidak salah, ia hanya beruntung karena berada di persimpangan jalan pada waktu yang tepat. Sedangkan blogger sudah terlalu tua untuk tetap menjadi hal yang menarik.

Orang sering menghubungkan popularitas Blog dengan Youtube dan mungkin sedikit menyalahkan Youtube yang telah banyak merampas perhatian pengunjung internet akan tetapi tahukah kita bahwa zaman terus berlalu dan cepat atau lambat perubahan akan terjadi juga. Dalam hal ini tidak semua kejatuhan blogger di sebabkan oleh Youtube lho. simak baik baik. 

Jadi sedikit banyaknya Smartphonelah yang telah meminggirkan blogger karena bukan konsumsi yang menarik lagi.


1. Media Sosial

Media sosial itu memang termasuk youtube meskipun ia mengkhususkan diri sebagai platform video. Akan tetapi jika kita melihat kepada Facebook dan twitter, dimana mereka juga telah menyediakan ruang rubrik dan ruang tulis panjang bahkan dengan monetisi, maka wajar platform blogger tertampar habis. 

Bayangkan kami telah kehilangan hak monetisi di blog ini 2 tahun lalu, awalnya kami fight tetapi ketika Halaman atau Fage facebook menawarkan monetisi, perhatian saya khususnya sebagai penulis di halaman blogger teralih ke Fage facebook dan mulai fokus mendapatkan cuan disana. Dan Alhamdulilah sampai sekarang saya tidak sempat minta Google Adsense saya di kembalikan ke blog ini lagi walau ada notifikasinya. Apalagi setelah saya mengamati statistiknya yang semakin hari semakin jeblok.

Bukan hanya itu perhatian saya juga teralih ke IG karena juga menawarkan monetisi yang terpusat ke halaman 'Page' Facebook tadi. Jadi sekarang banyak pilihan yang lebih menarik daripada sekedar blogger, dengan jujur saya mengakui hal tersebut.

Itu juga disebabkan oleh desain facebook yang sangat mobile friendly sehingga teramat mudah memasukan konten konten secara mobile, apalagi instagram bahkan hanya mengupload gambar menarik dan di gemari saja sudah punya kesempatan mendapatkan cuan.

Namun berkat hobi menulis saya tidak meninggalkan Blogging di platform blogger, saya mempertahankan membayar domainnya melalui dana yang saya dapatkan melalui flatform platform medsos di atas tadi.


2. Media mainstream

Terdapat banyak media mainstream telah merebut pangsa pasar dunia tulisan dengan model mereka yang kuat dan mampu membeli 'perhatian' algoritma mesin pencari melalui dana yang besar, tenaga ahli digital berbayar yang professional.

Hanya sedikit tulisan atau postingan kita yang memliki kesempatan tampil di halaman atas dunia web. Apalagi sebagai blogger kita tidak dapat berbuat banyak selain memiliki niche halaman yang tepat untuk mencapai pengunjung, itupun jika di media besar tidak terdapat topik yang sama.

Media media ini juga menyediakan versi mobile yang sangat responsif dan sangat mudah di akses melalui ponsel. Jujur saja untuk mendapatkan berita, resep masakan, teknologi, olahraga semuanya ada di media massa dalam bentuk digital yang dapat kita akses di internet melalui smartphone.


3. Minat pengguna berubah

Segala hal lama cepat atau lambat pasti akan berlabel 'membosankan' menjadi tua dan jadul. Demikian pula dunia blogging, usianya sudah cukup tua sedangkan teknologi semakin cepat berkembang menawarkan hal hal baru, termasuk konten konten video dari tiktok, IG, Facebook watch hingga Youtube. Hampir setiap orang menyukai hal baru dan lambat laun akan meninggalkan hal lama.

Konsep menonton juga mulai berubah semakin mudah dan semakin enteng, bahkan teknologi web dan teknologi jaringan telah berkembang semakin mendukung, semakin murah, semakin terjangkau dan semakin mudah di dapatkan. Demikian juga dengan dukungan perangkat keras yang semakin canggih seperti smartphone, tablet dan PC yang juga semakin mudah di dapatkan dengan harga murah.

Itu semua mempengaruhi mood pengguna, dan berbondong bondong mereka mulai meininggalkan blog dan mengalihkan kebiasaan membaca kepada kebiasaan menonton. lebih jauh para pembuat konten tulisan juga mulai beralih mendukung dunia konten video dengan ikut ikutan membuat konten video. Mereka tidak salah, mereka ingin menjadi lebih kreatifitas, terlebih lagi mereka ingin penghasilan, bukan? Idealisme tentu tidak ada gunanya sama sekali dalam hal ini. Apa kita mau bertahan mengayam bakul dari daun daun?

4. Business First

Ini yang mengkhawatirkan, sebagai induk dari perusahaan Blogging Google bisa saja mematikan blogger jika dirasa tidak menguntungkan lagi, atau paling tidak membiarkannya perlahan lahan redup dan lalu menjadikan alasan itu untuk meninggalkannya. 

Jika kita ingat layanan Google Plus dulu sempat besar dan memberikan harapan bagi pengguna. Berapa banyak komunitas dan grup menjadi besar disana dan mendapatkan keuntungan. Akan tetapi kita juga mengerti, banyak hal lebih penting dan lebih prioritas yang harus di urus lebih fokus oleh sebuah perusahaan ketimbang mencoba menghidupkan sesuatu yang sudah tidak realistis lagi. Google harus fokus ke bisnis Youtube ketimbang blogger demi menjaga kestabilan income.

Ayolah mengerti fakta ini, dan teruslah blogging selama platform ini ada, akan tetapi bersiaplah meninggalkan apa yang kita miliki karena adanya perubahan bahkan kita harus siap meninggalkan zona nyaman dimanapun sekarang kita telah berada dan kapan saja jika diperlukan. Itu baru sikap yang realistis.

Jangan berharap ada idealisme di atas bisnis, yang ada adalah realistis. Begitu sesuatu tampak akan runtuh dan membahayakan, segera selamatkan dirimu dan bisnis lain sebelum penyakitnya melebar. Jangan berharap bisnis memihak kepada kita, karena kitalah yang seharusnya berfikir keras bagaimana mendapatkan bisnis tersebut.

Referensi: 

Blogging hanya dapat jadi ramai ketika kita bertemu dengan komunitas dengan minat yang sama. Saya telah mencoba membuat konten video perihal blogging dan hasilnya sepi. Lalu saya mencoba melihat lihat ke channel yang membahas blog di dunia trend nya juga semakin sepi jika saya lihat postingan lama mereka yang umurnya di atas 5 tahun masih ramai sekali tanggapan perihal bloggin ini.

Dan saya mampir ke channel Adi Suryady pemilik blog Kompi Ajaib, juga sangat sepi karena topik yang dia bahas adalah perihal blogging, tidak kurang satu tahun saya mengamati hal ini sembari terus membuat konten konten tulisan dan tentu saja konten video untuk youtube.

Saya juga memperhatikan status mesin pencari. Konten video ternyata lebih sering menduduki ranking teratas sekarang, misalnya jika saya ketik Judul cara membongkar kaki mikrofon kondenser samson meteor. Konten tulisannya tidak muncul yang muncul adalah konten videonya, mungkin pertimbangan Google adalah: Akan jauh lebih berdampak manfaatnya jika orang langsung menonton demonstrasi dan tutorialnya melalui video ketimbang sebuah tutorial. Dan hal itu di akui 80% akurat. Orang tentu lebih mudah mengerti jika diberikan penjelasan dan demonstrasi visual ketimbang memahami tulisan dengan cara membaca.

Kesimpulan:

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Dulu teman teman saya sangat bangga memiliki hape blackberry dengan operating system RIM. Januari lalu blackberry mengumumkan bahwa RIM telah mengundurkan diri buat selama lamanya dari dunia ini. 

Dulu zaman kakek, dan bapak kita orang terbiasa membaca majalah cetak dan membeli koran dan membacanya di dalam bus. Kini hal tersebut menghilang selamanya. Orang mulai membaca melalui gadget. Bahkan mereka yang dulu sangat sinis kini setelah beruban malah kecanduan smartphone. 

Dulu ada pengusaha kaya karena punya usaha wartel dan warnet. Sekarang jualan bensin, padahal sebentar lagi dunia minyak dan gas juga akan berakhir bukan hanya karena diakhiri oleh keterbatasan ketersediaan sumber daya, melainkan juga karena teknologi energi berubah semakin maju dan dunia tidak membutuhkan minyak, gas dan batu bara lagi.

Dulu ada kamera saku, tapi mereka mulai punah di sebabkan oleh kamera hape.

Jadi mengapa kita berfikir Blogging tidak akan punah? Bahkan Youtube juga setelah datang platform yang lebih baik darinya? Namun demikian selagi platform platform ini masih ada kita masih dapat menulis dan memanfaatkannya sesuai dengan passion dan kebutuhan kita...

Tadinya saya merasa tidak menganggap blogging sebagai 'The Old Job' tapi kini saya yakin blogging memang sedang menghadapi masalah usia yang semakin menua...dalam beberapa hal ia memang tampak sedang sekarat.

Ikuti terus trik, tips, dan info melalui halaman blog ini Share: