Langsung ke konten utama

Postingan

Renunganku, tentang kehidupan, sains dan blogging

Bisakah aku kembali ke masa lalu, tidur bersama ibuku, kembali dan kembali, bisakah seseorang pergi ke masa lalu dan mengalami realitas yang sama dan lalu pergi dan pergi lagi lebih dalam dan lebih jauh ke masa lalu untuk membunuh kakeknya yang pada waktu itu masih bujangan?  Lalu apa yang terjadi setelah itu? Bukankah paradox itu tidak mungkin dalam hukum fisika biasa? Karena jika aku dapat kembali ke masa lalu dan membunuh kakekku, tentu bapakku tidak akan di lahirkan dan jika bapakku tidak dilahirkan bagaimana masa kini menjelaskan realitas bahwa saya dilahirkan karena bapakku menikah dengan ibuku?  ilustrasi: Coretan pensil Adelina Sofyan Ya saya sedang bermain main dengan teori 'Grandpa Paradox'. Saya sudah merenungkannya sejak saya masih kecil. Tentu saja saya tidak mungkin terlintas niat menjadi seorang pembunuh apalagi membunuh kakek yang sangat saya cintai. Dan banyak hal hal lebih menjijikan dapat kita bayangkan di balik imajinasi dan keindahan. Saya tidak selalu dapa

Ditemukan Jalan Tol ruang angkasa awal perjalanan manusia menuju tepian Alam Semesta

Di jagat raya yang tidak bertepi manusia membayangkan petualangan masa depan. Tidak ada lagi perjalanan kapal antar benua, tidak ada lagi perjalanan selama berbulan bulan melalui laut dari ujung ke ujung dunia yang hanya di permukaan kerak bumi. Tidak ada lagi perjalanan berkuda selama berminggu minggu hingga pulang setelah bertahun tahun hanya di atas permukaan perut bumi. Tidak ada air mata perpisahan karena jarak lagi disini sudah tiada berarti lagi, ketika mengucapkan selamat jalan kepada sang kekasih.  Mari lupakan dulu zaman pesawat terbang penumpang ultrasonik di zaman kita, karena kita sedang membicarakan impian masa depan yang semakin dekat menjadi kenyataan. Bumi sudah sangat sempit bagi manusia, tempat ini telah sesak! Kepala kepala mereka mulai memandang ke langit biru dan mengamati bintang kemintang pada malam hari. Kerinduan berpetualang telah bangkit. Dan berkat ilmu pengatahuan manusia mulai mengerti bagaimana caranya menghitung lengkungan langit dengan matimatika! Dan

HARGA KEABADIAN JIKA MANUSIA BISA HIDUP SELAMANYA DI DUNIA FANA

M anusia memang sedang menaruh harapan kepada teknologi, dan teknologi di yakini akan mampu menguak rahasia penciptaan di masa depan. Terlihat dengan di mulainya usaha beberapa projek yang menarget tahun 2050 dan salah satunya adalah project singularity. Keabadian adalah harapan manusia di samping ingin memiliki kesehatan, usia panjang, awet muda dan kesenangan. Oleh karena itu sebagian besar manusia memeluk agama dan keyakinan yang walaupun berbeda beda memiliki tujuan akhir yakni hidup abadi di dalam sorga. Kita tidak akan pernah tahu apa cita cita spesies hewan dan tanaman, adakah secara nalurian mereka juga ingin hidup abadi? Ataukah mereka hanya mengikuti kepatuhan terhadap hukum alam tentang keharusan mati setelah hidup, sementara manusia dengan inteligensianya justeru ingin menaklukan hukum alam? Manusia mempetakan genom, mempelajari genetik dan seluk beluk biologi kehidupan makhluk hidup hingga ke bagian yang paling detail, sejauh ini pemahaman itu telah membuka cakrawala kita

TUHAN SESUDAH DARWIN (GOD AFTER DARWIN)

Charles Darwin telah menggemparkan dunia pada masa lalu dengan teori evolusinya, salah satu akibatnya terhadap agama dan keyakinan kita kini adalah dunia benar benar harus memandang sisi penciptaan secara realistis dan ilmiah, terlepas kita suka dan tidak suka, saat ini dan seterusnya pandangan orang terhadap alam dan seisinya sudah tidak sama lagi.  Ada sebuah buku menarik yang membahas hal terkait berjudul 'GOD AFTER DARWIN'. Buku ini menarik karena ia mencoba memberikan solusi berbeda untuk melawan faham Atheisme dan bahkan Pantheisme. Khusus pada teori evolusi, ia menyarankan agar tidak menghindarinya tapi justeru melampauinya.   Baca juga:  G E N O M KISAH SPESIES MANUSIA DALAM 23 BAB Buku yang menarik untuk disimak dan walaupun sudah cukup lama namun terasa masih menggelitik di dalam pikiran saya.  Buku ini saya dapatkan di toko buku sewaktu iseng pergi ke tempat barang barang seken di Singapore dan isinya begitu universal: Menceritakan bagaimana awalnya agama dan Tuhan m

G E N O M Kisah spesies manusia dalam 23 bab

Sedianya buku ini telah saya tawarkan di toko online. Tentang Genom manusia-seperangkat gen manusia-hadir dalam paket lengkap berisi dua puluh tiga pasangan kromosom yang terpisah pisah. Dari semua ini, di dalam buku Genom Matt Ridley menjelaskan dengan gamblang, dua puluh dua pasangan diberi nomor berdasarkan urutan ukuran, dari yang paling besar (nomor 1) hingga yang paling kecil (nomor 22). Sedangkan sepasang sisanya terdiri atas kromosom seks: dua kromosom X yang besar pada wanita, satu X dan satu Y pada pria. Angka 23 tidak terlalu penting. Baca Juga:  TUHAN SESUDAH DARWIN (GOD AFTER DARWIN) Banyak spises, termasuk hewan terdekat kepada susunan tubuh biologis manusia diantara kelompok kera, justeru mempunyai kromosom lebih banyak ada juga yang kurang dari 23. Ini menjadi menarik karena soal jumlah baik kelebihan maupun kekurangan dalam genom ternyata tidak berpengaruh terhadap kecerdasan. koleksi buku karya Matt Ridley (MattRidley copyright) Buku ini terdiri dari 23 bab, dan berju

BENARKAH MANUSIA ADALAH MAKHLUK YANG PALING CERDAS?

Mengapa aku jadi manusia, mengapa aku tidak pernah ingat bahwa aku pernah memintanya?.Jika menyadarinya tentu aku akan menerimanya. Begitu yang pernah kubaca sekilas dari sebuah novel. Itu kesadaran kita mempertanyakan keberadaan dan posisi kita di Alam semesta. Tetapi bukan itu inti dari tulisan ini, pertanyaannya menyangkut dimensi yang agak luas: Benarkah manusia itu sesungguhnya adalah spises makhluk yang paling cerdas? Apakah setiap makhluk sebenarnya merasa cerdas?   KESADARAN KOGNITIF. Ada yang mengatakan cerdas itu karena manusia memiliki kompliksitas yang rumit, memiliki kesadaran yang kognitif: Misalnya jika semut mencari makan di bawah matahari apakah mereka pernah berfikir dan menyadari bahwa mereka itu ada? Atau hanya sekedar benda benda yang bergerak gerak di bawah matahari tanpa kesadaran? Dan manusia memiliki kesadaran itu, kesadaran bahwa mereka ada. Kesadaran itu menyangkut kemampuan kognisi suatu entitas benda, misalnya batu jika terkena hujan maka konsekuensi dan re