Tampilkan postingan dengan label Donald Trump. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donald Trump. Tampilkan semua postingan
Donald Trump adalah Presiden Amerika yang ke 45 dan masih menjabat sebagai presiden hingga tahun 2020 ini untuk 5 tahun berjalan semenjak pemilihan pertama di tahun 2015 yang lalu. Trump sangat terkenal kontroversial, suka cuap cuap di twitter, pencetus deklarasi perang dagang terhadap bukan hanya Cina tapi Dunia.

PREMIS TRUMP JADI PRESIDEN AS OLEH SIMPSON

Trump become US president in simpson
20 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2000  salah satu episode Simpson berjudul Bart to the Future di tayangkan dan menjadi sebuah premis yang ajaib karena 16 tahun setelahnya Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika yang ke 45 di usianya yang hampir mencapai 70 tahun. Sesuai dengan prediksi kartun simpson tersebut.

Kisah serial kartun tersebut tentulah akan menjadi kisah entertain biasa jika saja tokoh yang menjadi kartunnya tidak lain dan tidak bukan adalah Donald Trump, presiden Amerika Serikat yang sekarang.

Meskipun Secara tidak langsung telah memprediksi masalah itu, ternyata Eksekutif Produser Simpson, James L. Brooks sangat terkejut ketika Donald Trump menjadi presiden telah menjadi kenyataan. Dia meluapkan rasa kaget dan sekaligus kekecewaannya melalui twitnya di Twitter dengan akun @canyonjim.

BEREDAR GAMBAR TRUMP MENINGGAL DALAM BENTUK KARTUN SIMPSON

Lalu pada tahun 2017 beberapa tahun seblum covid19 menyerang dunia, terdapat potongan gambar palsu yang mendompleng ketenaran simpson, yakni gambar kartun simpson yang meramalkan mangkatnya Donald Trump. Gambar tersebut kemudian di kait kaitkan dengan peristiwa di tahun 2020 ketika Trump dan isterinya di nya?takan positif Covid19.

Tentu saja peristiwa ini beredar secepat kilat dan menjadi konsumsi para peramal dadakan. Dan jika menjadi kenyataan tentu mereka akan memanfaatkan peristiwa 'kebetulan' sebagai pendongkrak popularitas mereka.
gambar Donald Trump meninggal ala kartun Simpson

Entah darimana gambar tersebut berasal, mungkin lebih awal dari perkiraan di tahun 2017 yang lalu. Yang jelas gambar tersebut juga mencoba meramalkan peristiwa yang belum lagi terjadi dan orang orang mulai menghubungkannya dengan pristiwa peristiwa kini yang sedang terjadi.

Meskipun potongan gambar itu palsu, sebagian orang orang di dunia mempercaainya sebagai prediksi yang meramalkan kematian sang presiden. Sekarang presiden Trump sedang di rawat di rumah sakit seperti yang telah di lansir oleh Business Insider.

Kartun Simpson sendiri sering menayangkan gambaran prediksi yang selalu menjadi kenyataan, sehingga timbul tudingan bahwa kartun Simpson telah menjalankan atau terlibat konsipirasi dan menyetting peristiwa agar menjadi kenyataan di masa depan...Walahu'alam.

Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share:

SHARE YA:

Art Of War
Chinese traditional book: Art of War
"Jika kalian bertemu dengan lawan (atau musuh dengan temperamen mudah tersinggung),  buatlah ia menjadi jengkel, berpura puralah menjadi lemah sampai ia menjadi sombong dan lengah" - Sun Tzu's 2000 AD.

Napoleon Bonaparte suatu hari mengunjungi cina dan entah bagaimana kesannya begitu mendalam terhadap negara yang satu ini, suatu hari dia mengatakan: Cina adalah singa yang sedang tertidur, dan suatu hari dia terbangun akan sangat menakutkan bagi dunia. Hari ini Amerika telah mengusiknya dan hari ini dia telah terbangun...

Sangat menarik untuk di cermati, terutama setelah membaca beberapa koran lokal Amerika yang cukup kredibel secara online termasuk data yang dirilis oleh OECD: OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah melaporkan pada tanggal 19 yang lalu bahwa ekonomi global telah sangat melambat akibat krisis finansial, dan terutama karena eskalasi perang dagang antara Cina dan Amerika. Bahkan pada tahun tahun mendatang hal tersebut akan memperparah kerusakan yang kini telah terjadi - itu menurut Wall Street, lho. Terutama tidak mungkin tidak akan berdampak buruk terhadap Amerika.

Hal ini terutama pasti akan buruk bagi Donald Trump yang telah salah memilih lawan untuk buzzer ke pemilu presiden berikutnya, memilih lawan yang salah seperti Cina. Itu tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya: Perang dagang adalah perang yang paling mudah untuk di Menangkan oleh Amerika, kata Trump dalam kicauan kicauannya yang paling awal di twitter dan diluar dugaan banyak orang dia benar benar menjadikan Perang dagang dengan Cina sebagai prioritasnya. Sampai akhirnya orang orang di gedung putih mulai menyadari Cina terlalu besar untuk di remehkan. Namun terlambat sudah, perang ini terbukti sangat merugikan perekonomian Amerika, Cina dan seluruh dunia telah menanggung akibatnya.

Trump bahkan terperangkap dalam perang yang dia sendiri tidak bisa keluar daripadanya padahal dia sangat berharap perang dagang dengan Cina akan menggenjot popularitasnya pada pemilihan presiden Amerika yang akan datang.

Menurut pakar terkadang Trump lebih terlihat seperti terperangkap dalam permainan Cina yang yang rumit dan runyam, kartu permainan tarif adalah keahlian Cina bukan keahlian orang barat dan Amerika, disana seperti tidak ada jalan bagi Trump untuk keluar dari "perangkap" tirai bambu yang telah mengurungnya, demikian kata pakar. Dia hanya seperti mengantarkan Cina untuk lebih mudah melenggang kangkung ke atas panggung kekuasaan Adi Daya baru. Padahal, Trump dalam beberapa kesempatan sering berkicau di Twitter: Dia tidak akan membiarkan Cina menjadi negara Super Power.

Trump pernah mengaku bahwa dia sangat mengenal Cina, berbisnis dengan Cina dan tahu caranya menghadapi dan mengalahkan Cina. Namun bagaimana faktanya itu sekarang?

ART of The DEAL vs Art of War (Seni bersepakat versus Seni berperang)
Trump's book Art of Deal
Trump's book Art of Deal
Yang sangat menarik untuk di simak adalah gaya Trump yang "menekan dan memaksa" dalam bernegiosasi. Amerika harus menang dan Cina harus rugi dan membayar banyak. Istilahnya Trump: "Saya mendorong dengan kuat, menekan dengan kuat, menyudutkan dengan kasar lalu saya mengambil lebih banyak dari yang seharusnya mereka bayarkan. Jadi gaya tersebut terlihat sangat sederhana dan mudah dilakukan, menekan dan terus menekan, menyerang dengan tindakan dan verbal sekaligus karena posisi saya "jauh lebih tinggi" daripada mereka, katanya. Setelah itu kalian akan melihat apa yang akan saya dapatkan"

Faktanya itu semua hanya efektif untuk negara negara lemah. Bukan negara seukuran raksasa dalam segala hal seperti CINA. Alih alih menakutkan Trump malah terlihat seperti anak kecil dihadapan Jin Ping seorang lelaki dewasa yang kuat. Cina memiliki tradisi dan seni berperang yang telah berusia ribuan tahun, jauh sebelum negara Amerika dilahirkan atau muncul ke dunia ini. Sebelumnya mereka mungkin terlihat miskin dan lemah tetapi kini jauh berbeda.

Cina secara massive telah menggelontorkan uang pinjaman terhadap 170 negara di dunia, dan ini membuatnya semakin pasti meninggalkan Amerika. Membuat mereka berpontensi membeli sekutu sekutu untuk keperluan strategis mereka baik secara ekonomi maupun kepentingan basis militer secara global. Cina sedang membangun one belt semacam ikatan ekonomi global untuk menyaingi dominasi Amrika. Dan jika itu berhasil Amerika tentu tidak akan seperti sekarang lagi: Seenaknya mengembergo negara lain apabila tidak sejalan atau mengganggu misi dan visinya sebagai satu satunya negara adi daya.

Trump sepertinya sudah terlambat menyadari hal tersebut. Di Amerika sendiri Trump memiliki pendukung dari kalangan Republik, tapi tidak dari kalangan Demokrat yang sangat ingin "mengimpeach" dia. Efek perang dagang mulai berbalik lebih banyak menyakiti dan melukai Donald Trump, walaupun dia masih garang berkicau di Twitter.

Sangat menarik apa yang dikatakan oleh Dennis P. Halpin:

The relevant text for the U.S.-China trade war may not be Trump’s “The Art of the Deal” but instead Chinese General Sun Tzu’s two thousand year-old classic “The Art of War.” Sun Tzu famously noted that “If your opponent is of choleric temper, seek to irritate him. Pretend to be weak, that he may grow arrogant.”

Istilah yang paling tepat untuk menilai perang dagang antara Amerika dan Cina bukanlah istilah "Art of the Deal" (Seni kesepakatan) milik Donald Trump, akan tetapi istilah milik Jendral Cina Sun Tzu dua ribu tahun lalu "The Art of War" (Seni berperang) ucapan Sun Tzu yang sangat terkenal adalah: "Jika lawanmu memiliki temparemen mudah tersinggung, cari cara untuk membuatnya menjadi sangat jengkel, berpura puralah kamu menjadi lemah, biarkan dia menjadi sombong dan lengah"

Mungkin ini adalah takdir: Negara Asia ini akan menjadi sebuah negara Adi Daya yang akan menggantikan Amerika, lebih karena kecerobohan Donald Trump yang secara tidak sengaja pada akhirnya telah "diperalat" oleh Cina.

Diperalat dalam artian khusus: Karena kekeliruan strategi Trump dalam bermain kartu tarif, dia lebih banyak menyakiti dunia dan kehilangan lebih banyak simpati dari sekutu sekutu tradisionalnya di Eropa. Sementara Cina diam diam terus menggelontorkan pinjaman dan bungkam seribu bahasa pada saat negara negara barat menyerangnya dengan istilah "pinjaman uang beracun". Kita melihat pengakuan kontras Cina yang secara resmi mengaku ekonominya telah melemah akibat diterpa perang dagang, sementara di sisi lain mereka terus meningkatkan anggaran militer dan pertahanan, plus memberikan pinjaman dan bantuan keuangan kepada negara negara asing dalam jumlah yang lebih banyak. Mereka secara konsisten telah menerapkan "Art of War" dan mulai melibas ekonomi Amerika perlahan lahan dan pasti.

TRUMP YANG IMPULSIF
Dalam suatu kesempatan Trump ngetweet dan bahkan pada kesempatan lain dihadapan wartawan orang nomor satu di Gedung Putih itu memberikan statemen: Pihak Cina telah menelponnya dan sepakat dengan dealnya Trump.

Mendapatkan berita bagus,  Wall Street terdongkrak naik, para investor sejenak merasa lega. Namun pada saat di konfimasi ke Pihak Cina, kementerian luar negeri Tirai Bambu menyatakan hal yang sebenarnya dan kebingungan mereka terhadap pernyataan Trump tersebut.

Mereka mengatakan ada beberapa pembicaraan tingkat rendah namun mereka menegaskan tidak pernah menelpon Trump dan kebingungan atas pernyataan sang presiden.

Karuan saja klarisifikasi dari pihak Cina itu kembali membuat saham dunia tersungkur dan terhempas dan menjadi babak belur.

Pada kesempatan terbaru dunia juga mengikuti deal perang dagang yang akan berlangsung di Chili yang di gadang gadang Trump sebagai sebuah kemajuan, namun ternyata Cina batal menandatanginya. Pihak Cina mengatakan mereka pesimis.

Dalam beberapa hal sifat impulsif Trump sering sekali terlihat menjadi penyebab berakhirnya suatu hal yang diharapkan oleh dunia - dan menjadikannya berantakan.

Dunia mulai apatis dengan inkonsistensi Trump dalam bersikap terhadap drama perang dagang yang sedang berlangsung. Dunia ingin mempercayai Cina namun apa daya,  Amerika masih memegang kartu turf ekonomi yang lebih kuat...tetap masih yang nomor satu, paling tidak hingga saat ini.

www.editblogtema.net

SHARE YA:

Donald Trump
Donald Trump
Twitter pada saat ini telah menjadi media sosial yang paling kuat di dunia, tempatnya para petinggi negara bermain dan berkicau. Dan apalagi ketika salah seorang presiden negara Adi Daya Amerika serikat sangat menyukainya. Cuitannya bahkan dianggap mempresentasikan kebijakan kebijakannya di gedung putih.

Mengutip dari dari beberapa sumber,  terutama twitter,  saya mengikuti sepak terjang seorang presiden Amerika bernama Donald Trump. Saya menyimak kehebatan cuitannya yang dampaknya terkadang begitu mencemaskan bagi dunia. Betapa tidak, setelah dia "berkicau" ribuan media massa digital dan cetak segera mengutip "kicauan"nya itu dan setelah itu ditambahkan dengan berbagai prediksi perihal pasar keuangan dunia.

Bahkan, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani mengatakan, Indonesia membutuhkan sistem perekonomian yang lebih kuat untuk menangkal gangguan dari eksternal kicauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Twitter pribadinya yang bisa mengacaukan kondisi perekonomian global.

Sri Mulyani tidak salah,  kicauan dari seorang presiden Amerika yang sangat hobi "berkicau" di twitter itu dijadikan barometer keselamatan oleh para investor dan para pelaku dunia usaha.

Kicauan rasialis

Dalam serangkaian cuitannya, Trump menyiratkan bahwa beberapa anggota kongres perempuan  tidak dilahirkan di AS. Trump juga secara sarkastik menyarankan mereka kembali ke tempat mereka berasal untuk membantu memperbaiki tempat-tempat yang rusak serta dipenuhi kejahatan.

Tentu saja cuitan diatas telah mendapatkan reaksi keras misalnya dari perdana menteri Inggris May dan pemimpin Selandia baru Jacinda Arden. Faktanya para prempuan anggota kongres yang dia maksudkan itu lahir dan tumbuh besar di  Amerika hanya saja mereka adalah berasal dari kalangan kulit berwarna.

Trump juga pada cuitannya banyak menyudutkan agama dan ras tertentu walau pada akhirnya dia  mengklarisifikasinya sedikit dalam beberapa kali cuitan berikutnya.

Cuitan politik dan ekonomi.

Trump juga sangat suka bermain Twitter. Bahkan keputusan penting kenegaraan seringkali diumumkan melalui Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Alhasil, pasar sangat terpengaruh oleh cuitan beliau ini . Terkadang, keuntungan pasar keuangan turun tajam akibat cuitan Presiden Amerika Serikat ini.

Ya , cuitan Trump tidak terbantahkan lagi memang sangat mempengaruhi pasar, terutama ketika ia menge-tweet tentang kebijakan perdagangan dan kebijakan keuangan. Terutama ketika dalam tulisan Twitter Trump memuat kata "China", "miliar", dan "produk".

Biasanya cuitan tweet dari Trump akan mempengaruhi pasar di siang hari. Sekitar jam 14.00 siang waktu setempat.

Kicauan Trump pukul 03 .00 pagi juga lebih umum daripada kicauan 3:00 siang. Ini dapat menjadi gangguan bagi pasar suku bunga AS, karena kedalaman pasar semalam cenderung tipis.

Sejak Trump terpilih pada November 2016, dirinya rata-rata memiliki lebih dari 10 tweet per hari untuk 64 ribu pengikutnya. Sudah lebih dari 10.000 tweet diunggah sejak pelantikannya pada 2017.

Sementara itu, berdasarkan data Bank of America Merrill Lynch, pasar jatuh di saat Trump bermain terlalu banyak Twitter Selama tiga tahun menjadi Presiden, pasar telah jatuh dengan rata-rata 9 basis poin sejak karena kebiasaan Trump ini.

Saat Trump mengeluarkan 35 atau lebih cuitan dalam sehari, biasanya pasar akan berakhir dengan kejatuhan.

Tapi, jika dia kurang bermain di twitter, di bawah 5 kali sehari, makan pasar mencatat kenaikan 5 basis poin dalam sehari.

Kicauan politik dan Menyerang media

Kicauan politik Trump juga berpengaruh terhadap terjadinya perlombaan besar besaran pembuatan  senjata. Trump bahkan menarik diri dari perjanjian pembatasan persenjataan di dunia. Tindakannya ini memancing Russia dan Cina membuat dan mempercanggih persenjataan mereka. Dengan kata lain membuka pintu kepada perlombaan membuat senjata pembunuh massal. Sebaliknya Trump menuduh Cina dan Russialah yang telah melanggar perjanjian pembatasan dan pemusnahan senjata pembunuh massal tersebut.

Kalau sudah bicara soal perlombaan senjata pemusnah masal ini benar benar mengerikan, jika dipundak sebuah negara adi daya seharusnya menjaga dan memastikan keselamatan dunia,  Trump bahkan menarik Amerika keluar dari perjanjian iklim dunia.

Lagi lagi melalui cuitannya di Twitter Trump juga bahkan menuding 5 media besar Amerika seperti New York Times, NBC Times, ABC, CBS dan CNN sebagai musuh rakyat Amerika dia menyebut mereka sebagai penyeber berita palsu dan menghimbau orang Amerika agar tidak membaca mereka lagi. Dia bahkan menambahkan bahwa dia telah mewarisi pemerintahan yang kacau dari presiden pendahulunya dan sedang membenahi kekacauan tersebut.

“The FAKE NEWS media (failing @nytimes, @NBCNews, @ABC, @CBS, @CNN) is not my enemy, it is the enemy of the American People!” kicau Trump.

www.editblogtema.net

SHARE YA:

Huawei
Huawei
Mampukah Huawei bertahan ditengah terpaan badai perang?
Situasi yang dialami oleh Huawei sekarang adalah sebuah keadaan yang terlihat sangat buruk, lebih buruk jika dibanding dengan nasibnya ZTE yang dulu juga pernah dibanned oleh pemerintah Amerika karena di curigai melakukan kegiatan mata mata. Walaupun telah berkali kali membantah, namun apa mau dikata, Trump tidak akan perduli.

Akan tetapi kasus Huawei sungguh berbeda mengapa?

HUAWEI ADALAH PERANGKAT TERNAMA NO.2 DI DUNIA

Huawei telah memiliki nama besar di Amerika dan di Eropa keberadaannya telah menggeser dominasi Apple dibeberapa belahan dunia hingga Apple yang tadinya begitu perkasa terpojok ke posisi nomor.3. Huawei sekilas akan segera menggilas Samsung. Tetapi Amerika dibawah Donald Trump secepatnya menjegalnya. Akankah ini juga akan menjadi gambaran nasib Cina yang oleh banyak kalangan juga berpotensi besar melampaui Amerika? Apakah jangan jangan ide Trump yang nampak terlihat ekstrem dan gila itu malah menjadi sebuah langkah yang tepat bagi Amerika untuk mempertahankan dominasi kedigjayaannya di permukaan bumi? Seperti kata Trump:

"Cina tidak akan menjadi Super Power selagi Amerika masih dibawah pemerintahan saya"

Kenyataan bahwa Huawei harus berperang dengan Donald Trump atau sebuah negara Adi Daya sekuat Amerika tidak bisa dibandingkan dengan perang Samsung melawan Apple, ini jauh lebih berat dan lebih gila. Sekilas orang akan melihat Huawei pasti akan hancur. Tampaknya harapan Huawei ingin menjadi nomor satu dan merebut gelar tersebut dari Samsung telah terganjal oleh peristiwa ini.

Samsung berperang dengan Apple dalam berebut dominasi, tapi samsung di bela oleh Google dan pemerintah Amerika tidak mau campur tangan karena Samsung adalah miliki negara sekutu terdekatnya di Asia Timur (Korea Selatan) namun Huawei Harus berperang dengan Amerika dan Google sekaligus karena Huawei dianggap milik Cina sebuah negara rival berat Amerika dalam segala bidang. Jauh lebih berat penderitaan Huawei, bukan?

Dilatar belakangi oleh situasi dunia yang tengah panas oleh perang dagang antara Cina dan Amerika yang di cetuskan oleh Donald Trump, dimana perang dagang berubah menjadi perang tarif antara Cina dan Amerika dan Donald Trump juga telah memerintahkan pihak otoritas supaya mengenakan sanksi keras terhadap perusahaan perusahaan Amerika yang terlibat bisnis dengan perusahaan asal Cina termasuk Huawei.

Terbukti dengan satu persatu perusahaan besar rekanan bisnis asal Amerika seperti Google, Microsoft, dan Intel mulai menjauhi dan memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei walaupun mereka sesungguhnya masih menyukai berdagang dengan Huawei.

KEMELUT JARINGAN 5G: perang dengan AMERIKA

Untuk memahami konflik AS dengan Huawei mengenai 5G, Sobat harus mengerti terlebih dahulu apa itu 5G. 5G bukanlah protokol atau alat, melainkan sekelompok teknologi jaringan yang akan menghubungkan segalanya. Kekuatan teknologi ada pada kecepatanyan yang bisa mencapai 20 gigabit per detik. Dengan kecepatan itu, 5G akan bisa menghubungkan segalanya, mulai dari mobil otonom, robot-robot industri, peralatan rumah sakit, sampai elektronik rumah tangga.

Nah, untuk mencapai kecepatan yang luar biasa tersebut, 5G punya dua cara:

Pertama, ia bisa menggunakan frekuensi yang sama dengan 4G atau Wi-fi, tetapi dengan skema coding yang lebih efisien dan saluran yang lebih besar sehingga kecepatannya meningkat 25-50 persen.

Kedua, ia bisa menggunakan frekuensi gelombang militer yang bisa mengirimkan data pada kecepatan yang lebih tinggi.

Masalahnya, cara kedua ini membutuhkan jarak yang lebih dekat sehingga transmitter yang dibutuhkannya pun menjadi jauh lebih banyak, terkadang satu sama lain cuma berjarak beberapa puluh meter. Untuk meningkatkan bandwith dan supaya ada lebih banyak piranti yang terhubung, sel 5G juga menggunakan teknologi yang disebut multiple input, multiple output (MIMO), di mana ratusan antena bekerja secara paralel untuk meningkatkan kecepatan dan menurunkan latency (jeda waktu untuk mengirimkan paket data), dari 30 milidetik pada 4G menjadi satu milidetik saja pada 5G.

Kemudian untuk meningkatkan kapasitas data, 5G juga menggunakan teknologi full duplex yang membuat transmitter dan piranti mengirimkan dan menerima data pada frekuensi yang sama tanpa menganggu satu sama lain.

Kekuatan untuk dapat menghubungkan segalanya ini juga menjadi risiko keamanan dari 5G. Seperti teknologi baru pada umumnya, para peneliti Eropa telah menemukan titik-titik lemah pada cara jaringan 5G menukar kunci kriptografi. Kelemahan ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencuri dan mensabotase data dari alat-alat yang terhubung oleh 5G. 5G yang memang dirancang untuk bisa terhubung dengan jaringan 3G, 4G dan Wi-fi yang sudah ada juga membuat jaringan ini rentan mengalami masalah keamanan yang sama dengan jaringan-jaringan yang lebih tua.

Selain itu, 5G juga akan disandingkan dengan piranti lunak kontrol yang akan memastikan konektivitasnya, dan menciptakan jaringan virtual serta fitur baru.

Piranti lunak ini bisa menjadi jalan masuk untuk pencurian dan manipulasi data. Meski demikian, bukan berati 5G tidak punya harapan untuk menjadi jaringan yang dapat diandalkan di masa depan. Dua studi yang berjudul “5G Security: Analysis of Threats and Solutions dan Security” for “5G Mobile Wireless Networks”, misalnya, telah menganalisis risiko 5G dan mengusulkan solusinya.

Menurut para pakar, penggunaan kriptografi yang lebih cermat dapat memastikan keamananan data yang mengalir melalui jaringan virtual 5G dan berbagai sistem yang terhubung di dalamnya.

“Jika Anda melakukannya dengan benar, Anda justru akan mendapatkan jaringan yang lebih tangguh,” ujar Muriel M├ędard, seorang profesor yang memimpin Network Coding and Reliable Communications Group di Institut Teknologi Massachusetts.

Namun sangat jelas: Amerika tidak ingin Cina menjadi satu satunya yang menguasai teknologi ini, jadi mereka harus menendang Huawei dari wilayah itu.

SESUNGGUHNYA HUAWEI VS GOOGLE bukan Android
Mengapa hubungan ini lebih melukai Google ketimbang melukai Android itu sendiri? Google menyatakan akan membatasi akses Huawei pada sistem operasi Android, menuruti aturan pemerintahan Donald Trump yang memasukkan vendor tersebut dalam daftar hitam.

Huawei jelas goyah, tapi  sebenarnya Google sendiri juga akan menerima konsekuensi kerugian bisnis yang sangat signifikan.

Menurut Andrew Dwyer dari Universitas Oxford, ini adalah bentuk serangan langsung terhadap pertumbuhan salah satu pasar inti Huawei dan bisa mematikan daya tarik Huawei di luar China.

Google akan membatasi akses Huawei ke Android, dengan mencabut lisensi komersial penggunaan sistem operasi tersebut. Hal ini bisa membuat smartphone Huawei di masa depan tak lagi dapat dukungan dan akses langsung ke layanan inti Google di Android, seperti Play Store dan Gmail.

Sesungguhnya Android tidak ada apa apanya tanpa Google.

Perang ini kemudian smakin memberikan kejelasan betapa Google adalah "mentor" yang dapat mempengaruhi segala hal. Android menjadi hebat karena Google. Awalnya Android hadir ke kencah platform smartphone dia bukanlah apa apa, sebelum Android jatuh ketangan Google yang "dingin" platform ini jauh berada dibawah Syimbian dan RIM apalagi jika mau dibanding dengan iOSnya Apple, tetapi ketika Google membelinya tiba tiba saja mesin raksasa Google mampu membuatnya menjadi satu satunya platform mobile yang menguasai lebih 80% pangsa pasar dunia dalam hal penggunaanya.

Namun perang ini juga menunjukan kelemahan Google: Mudah menyerah terhadap tekanan penguasa.

Huawei adalah salah satu vendor besar yang ikut membuat Android semakin bersinar di dunia. Dan kini Huawei hanya bisa menggunakan sistem operasi Android pada bagian opensourcenya tetapi tidak pada bagian yang terafiliasi bisnis dan memerlukan lisensi Google.

Bayangkan di masa depan produk produk gagdet terbaru Huawei tanpa Chrome, tanpa Youtube, tanpa Gmail dan tanpa Google Play gudangnya aplikasi dan permainan yang paling luas di dunia ini.

Dan tidak terbayangkan bagaimana orang Eropa masih mau membeli produk Huawei tanpa Aplikasi aplikasi  dan fitur fitur Google diatas. Saya juga rasanya bingung bagaimana saya bisa melanjutkan bisnis saya yang selama ini terkait dengan Google jika menggunakan hape Huawei dan bahkan laptop buatan Huawei?

MENCOBA MELAWAN

Huawei tentu saja tidak tinggal diam, jauh jauh hari mereka telah melakukan beberapa antisipasi walaupun badai ternyata datang jauh lebih besar: Berperang dengan Donald Trump yang aneh itu artinya berperang dengan sebuah negara adi daya: Amerika.

Huawei telah membuat prosesor mereka sendiri yakni KIRIN jika suatu hari tidak bisa membeli suku cadangnya dari perusahaan perusahaan Amerika, Huawei juga telah menyiapkan sistem operasi mereka sendiri. Tetapi rasanya tidak mungkin dapat mengimbangi sistem operasi dan aplikasi buatan Google yang memang telah dipergunakan diseluruh dunia. Sistem dengan envoriment yang sudah mapan dan sangat luas dipergunakan oleh penduduk dunia.

Kita tidak dapat membayangkan seperti apa ujud dan strategi vendor raksasa Cina ini dimasa depan jika mereka dapat menyelamatkan diri atau bahkan memenangkan peperangan ini dengan Amerika dan sekutu sekutunya. Ini sungguh tidak dapat dibandingkan dengan perang ketika samsung melawan Apple. Ini adalah perang nuklir bagi Huawei. Karena bagi saya lebih mudah membayangkan sebuah kekalahan dan lalu hilang dalam sejarah.

Namun kita tidak bisa meremehkan kekuatan tersembunyi dari perusahaan perusahan asal Cina apalagi mereka juga pasti akan mendapatkan dukungan dari negara dan rakyat Cina yang menjadi lebih tinggi sentimennya terhadap Amerika, salah salah perusahaan seperti Google akan kehilangan kepercayaan dari vendor vendor besar lain setelah mereka melihat betapa mudahnya Google menyerah terhadap tekanan sang penguasa. Salah salah ini menjadi awal bagi Huawei menjadi sebuah perusahaan yang paling kuat dimuka bumi ini...dan pasti lambat laun akan diikuti oleh vendor vendor asal Cina yang lain sedangkan produk produk barat akan tenggelam seiring waktu...

Mengejar ketinggalan karena telah di blok dimana mana tidaklah mudah, dan juga karena chip dan perangkat lunak adalah produk paling rumit yang dibuat manusia. Tetapi, katanya, jika Anda berbicara dengan orang-orang di industri teknologi China, mereka semua mengatakan hal yang sama: “Kami tidak lagi memiliki pilihan lain.”

Pertanyaannya mampukah Huawei bertahan atau bahkan keluar dari rumitnya problem yang sedang mereka hadapi sekarang? Hanya waktulah yang akan menjawabnya...


www.editblogtema.net

SHARE YA: