Apakah IoT atau Internet of Thing itu? Darimana istilah tersebut berasal?

AvatarOleh:
Kevin Ashton
Kevin Ashton
Sampai saat ini internet menghubungkan manusia dengan manusia dan manusia dengan perangkat lain yang jauh, jadi selama ini internet itu dapat di sebut Internet of People.
Soalnya, manusia berinteraksi melalui internet, berkirim pesan suara melalui WhatsApp, email hingga saling berbicara melalui aplikasi video call. Melalui halaman medsos mereka memposting tulisan, gambar, video dan konten konten tambahan. Di kirim keseluruh dunia. Berkat internet dunia jadi sempit banget ya guys...

Namun hal tadi belum bisa dikatakan IoT. Belum sebelum seluruh sistem Industri di seluruh permukaan bumi terupgrade ke versi 4.0 ke atas.

Dan masa ini internet masih jadul banget, bahkan kebangetan jadulnya, karena kita masih menggunakan kulkas yang kita sebut otomatis, mesin cuci otomatis, tapi begonya keterlaluan, karena kalau kita lupa kulkasnya gak ada isinya, maka kita terpaksa pergi ke supermarket untuk berbelanja keperluannya dan kalau kalau kita lupa sama mesin cuci pakaiannya tetap disana. 

Jadi kita tidak heran lagi, internet memang telah lama menjembatani hubungan manusia dengan manusia, namun masih belum menjadi 'Internet segalanya'.

Dan kalau kita nyetir mobilnya juga bego, mau saja ngikutin steering kita walau salah dan bahkan nabrak ke pohon kadang bannya masuk lobang padahal jalannya masih lebar. Bukan hanya itu sampai saat sekarang laptop, jam tangan, sepeda motor sama. Dan kita tidak mungkin begitu selamanya, IoT bakalan merobah wajah dunia dalam bentuk sangat revolusioner: Wajah dunia tidak akan pernah lagi sama setelah IoT menjadi kenyataan.

Zaman IoT...

Bayangkan ketika kulkas mampu "berbicara" dengan mesin cuci, televisi bisa berkomunikasi dengan jam tangan, dan seterusnya. Biasanya, benda-benda yang sanggup berbicara melalui internet akan ditambahkan awalan "smart". Kulkas menjadi smart fridge atau kulkas pintar, jam tangan pun menjadi smart watch atau jam tangan pintar. Mereka saling terhubung saling mengingatkan dan saling melengkapi sepanjang hari dan malam melalui internet mereka membentuk syaraf neuron, yaknis syaraf kecerdasan yang mampu membuat mereka berinteraksi, bereaksi dan mengambil tindakan sendiri tanpa di kendalikan oleh manusia lagi.

Kita menyebutnya sebagai 'barang barang' mandiri dan bebas. Konsep ini terkait erat dengan A.I. (Artificial inteligent) dimana automatisasi pada akhirnya menjadikan benda benda yang tadinya di kategorikan sebagai benda mati menjadi 'hidup' bahkan memiliki kecerdasan kognitif dan memiliki keputusan mereka sendiri. Menjadi makhluk digital sebagai perpanjangan tangan dan kecerdasan diri kita sendiri sebagai manusia. IoT pada akhirnya mempresentasikan diri kita sendiri.

Rumahpun menjadi smart dan akan sampai waktunya dia mengatur kebutuhan kita, menjaga keselamatan dan kenyamanan kita.

Contohnya ketika isi kulkas akan habis, kulkas akan berbicara ke pusat supermarket melalui internet, supermarket yang juga 'IoT' segera menyediakan kebutuhan tersebut dan mengirimkan keperluan pesanan sang kulkas dengan teknologi yang terhubung. Kulkas jadi penuh lagi. Tidak perlu kuatir keselamtan dan keamanan atau kulkas rusak atau ketika Ia menjadi jadul-IoT akan selalu memperbaharui dirinya melalui segala hal yang 'terhubung' satu dengan yang lalin. Pekerjaan manusia menjadi jauh lebih mudah.

Jadi IoT menjadikan benda yang tadinya bodoh menjadi cerdas, benda benda menjadi lebih 'hidup' memiliki kecerdasan dan dapat berinteraksi dengan manusia. Intinya internet tidak lagi melulu menghubungkan manusia dengan manusia, tetapi menghubungkan benda dengan benda dan manusia. Kini mereka semua menjadi pintar, tidak ada lagi orang takut dengan hantu. Kini orang tahu semua benda sebenarnya bisa lebih 'hidup' dan di ajak berinteraksi.

Industri berubah total dan akan terupgrade sangat signifikan: Industri 4.0, bahkan pemerintah Indonesia sedang mengejar hal ini, karena barang siapa yang menguasai IoT dan menerapkannya, maka dia akan menguasai apa yang ia inginkan di dunia.

Siapa penemunya? 

Lihat gambar di atas artikel ini? 

Dia adalah Kevin Ashton. 

Dia menulis jurnal RFID yang berjudul 'Internet of Thing pada tahun 2109. Istilah 'Internet of Thing itu sendiri muncul pertama kali dari presentasi yang dibuat untuk kepentingan kerjanya pada saat dia bekerja di Protector & Gamble (P&G) tahun 1999.

Kevin Ashton yang saat itu bekerja di P&G mendapati produk Olay kehabisan stok pada bagian produksi display dan pengisian kembalinya sering terlambat. Setelah dia telusuri, ternyata masih banyak persediaan di gudang mereka. Mengapa harus terjadi keterlambatan informasi yang ujung ujungnya tindak lanjutannya menjadi sangat telat? Dan itu sangat merugikan perusahaan.

Kevin Ashton pun berinovasi dalam menangani hal ini. Bukan alih alih mempersoalkan apalagi menyalahkan  sistem supply yang telah ada, dan mengkambing hitamkan kesalahan yang telah di lakukan oleh manusia (karyawan), artinya jika melulu di serahkan kepada manusia, maka manusia itu sesungguhnya penuh dengan kesalahan dan kesilafan. 

Alih alih marah dan kesal, Kevin Ashton justeru ingin menghindari dan mengatasi hal tersebut dan Dia membuat teknologi yang dapat melacak barang mulai dari hulu atau upstream supply chain sampai hilir atau downstream supply chain. Keren banget ya.

Setelah menerapkan itu terbukti, supply chain management pun berjalan lebiefisien, informasi didapat lebih cepat, dan data yang didapat lebih akurat. Dan terbukti benar benar terhindar dari kecorobohan manusia, sekaligus meningkatkan pendapatan perusaaan secara sangat signifikan!

Itulah yang akan terjadi pada industri era 4.0 dimana mesin mesin seperti extruder, Genset dan mesin bubut yang memiliki kecerdasan dan tidak memerlukan begitu banyak campur tangan manusia lagi, juga dimana sistem penghitungan akutansi dapat bekerja mandiri tanpa butuh campur tangan manusia lagi. 

Konsep IoT dapat di terapkan pada hampir semua aspek kehidupan dan itu bukan lagi hanya sekedar impian, ia akan menjadi kenyataan yang tidak mungkin lagi terelakan...

Akan sampai suatu zaman dimana dinding memiliki telinga dan bisa mendengarkan, merekam, mengirimkan informasi kemana saja mereka suka dan ketika mereka memiliki telinga pemerintah dapat melakukan hacking untuk mengawasi kita dan menjadi Tuhan lokal terhadap suatu masyarakat sesuai dengan model dan keinginan mereka. Zaman IoT diperlukan peraturan dan regulasi Privasi yangkuat untuk memastikan hak dan privasi masyarakat terlindungi..

Karena mereka bersifat mandiri dan Artificial Inteligent meningkatkan kecerdasan sistem syaraf (neuron) mereka maka dapat dibayangkan bagaimana kelak terjadi insiden dimana dinding dan peralatan rumah tangga kita sendiri 'menghianati' kita. Merekam dan melaporkan segala hal terkait privasi kehidupan kita dan menyebarkannya. Kecuali jika kelak hal tersebut telah menjadi lumrah dan menjadi komponen sistem nilai, mungkin tidak terlalu mempengaruhi kita. Kita dapat memperbaiki sistem IoT menurut kebutuhan kita sendiri...

Ilustrasi: Contoh bahasa Python:
if 5 > 2:
print("Five is greater than two!")
if 5 > 2:
print("Five is greater than two!")

Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share:

2 Komentar untuk "Apakah IoT atau Internet of Thing itu? Darimana istilah tersebut berasal?"

  1. Di safu sisi keren juga sih, semua bisa berjalan otomatis dan memudahkan kehidupan.
    Tapi di satu sisi ngeri juga, apalagi kalo disalahgunain, misalnya jadi penyadap gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut pakar setiap zaman memiliki ciri ciri khusus, memiliki ciri ciri dan kekuatan teknologi dan tata nilai sendiri. Jadi penyalah-gunaan mungkin sudah di atasi dengan peraturan pemerintah terutama hal hal yang akan terkait langsung dengan hak privasi masyarakat.

      Apalagi IoT mengacu pada hajat hidup orang banyak, memiliki impikasi luas dan langsung ke masyarakat, terkait langsung dengan sistem keamanan dan pusat informasi. Pasti akan di atur dalam sebuah regulasi yang kuat.

      Misalnya tidak mungkin juga seorang individu memiliki server kuat atau super computer yang mahalnya gak ketolongan untuk mengendalikan IoT jika bukan pemerintah yang memiliki wewenang, uang dan kekuasaan..

      Hapus

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel