OH MY GOD, MANUSIA SUDAH SEMAKIN DEKAT MENEMUKAN GADGET DAN PAKAIAN TERBANG

Pernah membaca kisah daedalus dan icarus? Legenda ini menjadi insipirasi dunia penerbangan modern. Di zaman kita impian terbang bebas sebebasnya masih hidup hingga sekarang. Dan dengan teknologi manusia mencoba merealisasikannya.

manusia ingin terbang bebas seperti burung
Impian awal manusia ingin dapat tebang bebas seperti burung, bukan naik pesawat terbang
Alkisah Daedalus, ayah Ikarus, adalah seorang penemu yang handal dari kota Athena. Atas perintah raja Minos di Kreta, dia membuatkan labirin untuk mengurung Minotaur. Namun Daedalus memberikan gulungan benang pada Ariadne, putri raja Minos, yang kemudian berujung pada keberhasilan Theseus dalam mengalahkan Minotaur. Akibatnya Daedalus bersama putranya Ikarus dikurung di menara yang tinggi di Kreta.

Supaya bisa kabur dari penahanannya, Daedalus pun membuat dua pasang sayap dari bulu unggas dan lilin untuknya dan Ikarus. Sebelum terbang, Daedalus memperingatkan Ikarus untuk tidak terbang terlalu dekat dengan matahari dan tak terlalu dekat dengan perairan, karena jika dekat dengan perairan mereka akan dilihat oleh pasukan minos dan ditembaki; sementara jika terlalu dekat dengan matahari maka lilin sebagai perekat bulu akan meleleh. 

sayap icarus meleleh dan ia jatuh ke lautac
Daedalus dan Icarus
Namun ketika sudah terbang, Ikarus merasa seperti Dewa dan ingin terbang lebih tinggi mendekati matahari. Akibatnya bulu-bulu di sayapnya meleleh dan Ikarus pun terjatuh ke laut dan mati tenggelam.
 
Untuk mengenangnya, laut tersebut dinamai Laut Icaria dan pulau di dekatnya dinamai pulau Ikaria.

Impian manusia: bukan sekedar menumpang terbang

Dunia modern telah di lalui dengan pencapaian ini: Pesawat terbang berpenumpang yang dapat di tumpangi oleh siapa saja. Namun terbang seperti itu jauh dari impian romantisme manusia yang tadinya berharap bisa terbang seperti burung, atau duduk bersila di atas permadani terbangnya Aladin yang lembut dan bebas dari kebisingan.

Itu semua dapat di capai melalui teknologi. Teknologi penerbangan itu sendiri masih terus berkembang, mulai dari pengrajin hingga kelas industri. Dalam tulisan ini saya ingin memberikan gambaran cerita yang di ilhami dari legenda kisah daedalus dan Icarus. Beberapa orang mulai mencoba mewujudkan fantasi menjadi kenyataan, impian menjadi realita.

1. Drone terbang, robot burung hingga robot nano terbang

Sebuah perusahaan bernama Festo memproduksi hewan hewan tiruan yang bisa terbang seperti burung dan kupu kupu. Robot robot ini sangat alami pada saat terbang. Kita tidak tahu persis apa tujuannya. Mungkin di gunakan sebagai riset lanjutan dunia terbang, mungkin juga hewan hewan tiruan ini akan di jadikan mata mata pada saat berperang, atau mengintai para kegiatan para kriminal. Robot robot ini bentuknya sangat mirip burung, capung dan kupu kupu yang terbang di alam bebas. Ada juga robot robot ikan dan gurita yang dapat bernang di air dengan kecerdasan buatan.

robot burung terbangac
gambar robot terbang pabrikan perusahaan Festo
Lalu kita mendengar beberapa tahun lalu cina telah mengembangkan robot burung untuk keperluan mata mata.

2. Gadget terbang

Perusahaan Inggris membuat peralatan militer yang mirip cerita filem fantasi iron man. kali ini manusia tampak bisa terbang dengan bebas menggunakan gadget terbang. Di Dubai suatu hari terlihat satuan jetpack manusia terbang di samping pesawat penumpang.

gagdet terbangac

Lalu sebuah papan silancar tampak melayang di udara dikendarai oleh seorang anak muda. 

Cerita di atas adalah nyata di dunia modern

3. Mesin terbang tenaga manusia

Di Jepang dan beberapa negara lain sedang di kembangkan sebuah sepeda terbang. Sebuah prototype mesin terbang atau pesawat terbang dimana ada orang mengayuh pedal untuk memutar baling baling di belakang sayap pesawatnya. Mesin terbang ini ternyata dapat terangkat dan terbang walau belum lagi dapat mencapai ketinggian. 

mesin terbang tenaga pedal manusiaac

Tentunya mereka sedang melakukan riset dan percobaan rekayasa baling baling yang paling kuat dan cepat berputar dengan mekanisme yang dapat di kayuh oleh kaki manusia dan terbang di udara.

4. Terakhir dan yang paling mungkin di capai manusia adalah pakaian terbang.

Pakaian terbang tentu memiliki fitur outfit yang pas di tubuh manusia. Di masa depan tidak menutup kemungkinan pakaian manusia dapat melipat sayap yang tipis dan kuat beserta mesin kepak yang sangat powerful. Kita dapat membayangkan sebuah pakaian dengan mode dan style beragam, penuh warna warni sesuai selera pemilik yang mengenakannya.


Oke, kita jelaskan fiturnya:
  • Ketika dipakai ia seperti pakaian atau hoody biasa. Manusia dapat berjalan dan berlari lebih kencang menggunakan mesin yang tersembunyi di balik serat seratnya.
  • Ketika harus terbang manusia dapat menghidupkan mode terbang dengan pikirannya lalu sayap tipis dibagian belakang pakaian merentang, ada yang berkilat, ada yang tampak lembut dan gelap, dan mungkin berwarna warni seperti pelangi.
  • Sayap itu mengepak dan membawa manusia terbang tinggi bersama para pengguna outfit yang sejenis.
Lupakan mobil terbang, heli personil terbang. Zaman masih terus berjalan ke hadapan kita. Teknologi penerbangan masih berkembang dan berlanjut. Legenda Daedlus dan Icarus masih hidup di benak manusia yang memimpikan dapat terbang bebas seperti burung. Impian yang di penuhi oleh romantisme kebebasan.

pakaian manusia akan memiliki fitur mesin terbang

Jadi dapat kita simpulkan: Bukan, bukan terbang di dalam kapal penumpang besi bermesin atau pesawat terbang, awalnya impian manusia itu hanya ingin terbang bebas seperti burung! 

outfit sayap manusia
outfit sayap manusia rancangan Leonardo Da Vinci
Dan boleh percaya, boleh tidak pakaian (outfit) manusia suatu hari kelak memiliki fitur mesin terbang, setiap seratnya yang elektris bahkan biologis akan terhubung ke syaraf manusia melalui cara yang sa`ngat intuitif.

Cara terakhir inilah yang paling masuk akal untuk mewujudkan impian manusia agar dapat terbang bebas melayang bagaikan burung burung di angkasa.

Karena fitur fiturnya akan membuat pengalaman terbang benar benar menyatu dengan seluruh sensasi hidup manusia. Sesuatu yang intuitif, lebih hidup dan terasa jauh berbeda daripada sekedar terbang di dalam 'penjara'  perut burung besi yang dinamakan pesawat terbang.


Pengalaman terbang menggunakan outfit terbang yang sangat intuitif akan menjadi pengalaman manusia yang berbeda. Namun kita harus menunggu teknologi bionik yang dapat mengkombinasikan teknologi biologi dengan mesin.....


Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share:

1 Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...

  1. Kita tunggu saja perkembangannya, tapi dari pada terbang dgn tubuh sendiri, jika ada.. saya melilih ingin punya sesuatu yg mirip jet tempur saja, enak bisa terbang sambil tiduran dalam jet 🤣🤣

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak