Di dalam dunia web telah banyak hal yang pada akhirnya berubah, peran meta tag, peran backlink, peran segala hal. Segalanya harus mengikuti pola, dimana perubahan terjadi dan sedikit banyaknya hal tersebut di pengaruhi oleh kemajuan teknologi. Termasuk algoritma dan teknologi web.

ada ide? silahkan berkomentar disini
BLOGWALKING

Blogging adalah kegiatan yang masih cukup produktif, artinya blogging dapat menjadi sebuah media yang cukup produktif bagi yang memilikinya. Tentu saja. Ia tempat menyalurkan hobi menulis yang baik, menyisipkan gambar dan bahkan menyelipkan konten video. lalu ia juga dapat di bagikan ke media media sosial.

Lalu apa bedanya dengan media sosial? Itu yang akan kita bahas. Bukan medianya tapi model berkomentar dan dampaknya. Anggap saja beda karena yang satu demi halaman blog kita sedangkan yang lain demi personal branding kita di medsos.

Blog, setelah trafiknya tinggi, ia dapat di monetisi melalui Google adsense, atau penyedia iklan iklan lain. Ia menjadi uang. Artinya penghasilan. Akan tetapi kemudian hasil riset yang mengatakan bahwa komentar yang tersedia pada blogger baik blogspot maupun wordpress tidak tampak alami, terutama mereka para blogger pemula atau masih memiliki trafik rendah.

Komentar komentar tersebut datang setelah usaha blogwalking alias saling berkunjung dan saling berkomentar. Blogwalking tentu saja dapat meningkatkan traffik karena akan ada efek saling berkunjung dan saling berkomentar. Ini akan tampak bagus disisi klien, berdampak bagus untuk trafik, untuk berbagi pengalaman walau tidak dipergunakan secara optimal - karena orang lebih suka mengunjungi halaman grup grup diskusi di media sosial ketimbang membahasnya melalui saling berkomentar melalui kolom komentar yang tersedia di halaman blog.

Tentu saja ada keuntungan lain yakni mendapatkan backlink jika blog yang dikunjungi tidak menerapakn no follow pada sistem komentar mereka. Tentu saja bakclink yang berkualitas jika blog yang dikunjungi adalah blog blog ternama dan memiliki trafik tinggi. Di sini letak dilemanya.

NO-FOLLOW

Tentu saja. Tidak ada emoji secara default, tidak bisa menyisipkan gambar dan apalagi menyisipkan video. Untuk menyisipkan kode HTML saja kita harus memparse kode kode tersebut terlebih dahulu.

Kita saling berkunjung, ya itu benar dan seberapa banyak ia akan berdampak terhadap trafik nyaris tergantung seberapa kuat dan rajinnya kita melakukan blogwalking. Lalu suatu ketika algoritma Google berubah, hampir semua situs besar melakukan antisipasi 'no-follow' untuk menghindari spam. Malangnya ini hal yang membuat para blogger pemula merasa gamang saat melanjutkan hidup halaman blognya, apalagi setelah melihat fakta hampir semua blogger besar, media tulis besar seperti tribun mengambil niche para blogger. Mereka menulis apapun yang akan para blogger tulis.

Dan kitapun sudah maklum belaka, kepercayaan halaman mereka jauh lebih tinggi, tim mereka terdiri dari orang ahli di bidangnya. Usia dan domain lebih memilik kredibilitas tinggi. Bagaimana kita yakin mereka akan memberikan backlink ke halaman blog kita yang kecil? Mereka bahkan tidak melihat kita di antara riuh rendahnya teriakan para blogger yang ingin meminta perhatian.

Ya mesin pencari itu bisnis. Mereka juga mengendus uang bukan? Sebuah artikel yang lebih buruk daripada artikel milik seorang blogger bisa di baca orang hingga berjuta juta kali dalam waktu sehari bahkan dalam satu jam. Mengapa? Kita tidak tahu jika mereka terhubung ke akun kelas bisnis: Google my bisnis? Kampanye berbayar itu akhirnya sepadan dengan apa yang mereka dapatkan: Trafik. Dan yang menelan beaya ratusan juta setiap bulannya itu sangat efektif. Sanggupkah para blogger mengikutinya?

Oke sudah merebak dari pembahasan.

KOMENTAR DI SOSMED LEBIH SERU

Banyak emoji, animasi dan dapat di selipkan gambar dan video ke dalam sistem komentarnya. 

Tentu saja. Dan untuk itu tidak perlu merisaukan no-follow. Platformnya beda, sistem dan fitur komentarnya juga beda. Jauh lebih kaya, lebih hidup dan lebih alami. Ia akan tampak selalu konsisten dengan postingan yang di buat oleh pengguna.
  • Pertama kita hanya perlu menulis potingan
  • Kita tidak perlu pergi kemana mana karena setiap postingan teman teman sudah terlihat di beranda. cukup LIKE. Sisipkan emoji. (instan)
Postingan akan di banjiri komentar. Dan biasanya komentar komentar itu sepadan, karena algoritmanya adalah: media sosial.

Ya komentar di sosmed itu lebih seru. Mereka memiliki platform khusus, susunan algoritma yang berbeda. Di sosmed kita dapat terhubung dengan teman teman real yang kita ajak untuk pertemanan. Di twitter, di Facebook, Instagram, Linkedin. Mereka juga menyediakan kolom untuk menulis yang panjang. Kadang tidak butuh artikel panjang asalkan topik sesuai dan menyentuh suasana, akan memicu komentar yang panjangnya melebihi postingan.

Coba bandingkan dengan blogger, berapa lama kita sudah blogging? 
  1. Pertama kita harus memiliki postingan
  2. Kedua kita harus blogwalking manual dari blog ke blog teman teman (butuh waktu lama)
  3. Ketiga kita menulis komentar
Disini ada perbedaan yang cukup abu abu. Pada kasusnya blogging kita berkunjung untuk blogwalking terasa cara ini terlalu kuno. Akan tetapi apabila halaman blog tersebut besar, biasanya komentar komentar akan terasa lebih alami dan terlihat wajar seperti tidak dipaksakan. Kita juga berharap agar dikunjungi balik, ya kan?

Ketika di sosmed kadang kita tidak membutuhkan terlalu banyak komentar, namun komentar datang dengan alami. Mengapa? Karena mereka benar benar teman teman yang kita kenal, yang setiap waktu bisa saja berkumpul dengan kita. Dan nilai itu memberikan bakclink yang kuat kepada Facebook.

Untungnya banyak terdapat grup grup blogger di Facebook, Twiter, Quora, whatsapp, telegram dll. Dari sana kita dapat menjadikan halaman blog kita jadi lebih terkenal  hanya jika memang memiliki konten konten yang mereka butuhkan.

Lalu ada perbedaan lagi. Ketika sistem komentar facebook dapat di pasang ke blogger, sebaliknya sistem komentar blogger tidak akan dapat di pasang ke facebook.

Kita suka dengan sistem komentar blogger, dan untuk mendapatkannya seolah dibutuhkan usaha lebih keras. Akan tetapi komentar di blog betapapun serunya terasa seperti di paksakan, beda dengan komentar di sosmed yang instan, lebih hidup dan lebih konsisten dengan postingan. 

Terlepas dari semua itu kita menyadari, dulunya sistem komentar di blog juga menarik namun sebelum platform platform sosmed bersama sistem komentar mereka bermunculan menjadi kompetitor yang sangat nyata menggerus kepopulerannya.

Yang harus di lakukan oleh blogger (Baca: Google) adalah melakukan pembaharuan dan mencari cara  untuk meningkatkan sistem komentar di blog, sebab pada pembaharuan tahun 2020 lalu memang ada yang berubah namun terbatas hanya pada tampilan kolom komentar yang lebih sederhana dan lebih user friendly.

Sebab jika kita memutuskan memasang sistem komentar Facebook, disqus dll menjadi sistem komentar blog kita, maka halaman blog akan melambat di karenakan beban link eksternal medsos tersebut.

Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share: