Podcast pertama, mengapa harus mendahulukan usaha ketimbang kuliah?

Aku terpaksa harus memililih diantara pendidikan dan membuka usaha. Apakah yang aku pilih?
Aku memang nonton podcastnya om Dedy Corbuzier, tapi bukan berarti karena itu aku memutuskan menunda kuliah, aku menunda kuliah lebih ke alasan krusial: Kesiapan mental, fokus hingga alasan ekonomi.

Jauh sebelum punya kesempatan nonton podcast perihal pendidikan tersebut aku telah mulai belajar jualan, dari jualan pakaian dan asesories online hingga mencoba jualan minuman boba dan terakhir mencoba jualan roti toast juga. Akan harus kuakui keraguanku terhadap dunia pendidikan bertambah ketika alasan dari isi podcast om Dedi corbuzier mulai ikut menambah pengaruh ketidak siapanku. Untuk itulah akhirnya aku dan adikku mulai membuka usaha kecil kecilan.

Dan dalam beberapa bulan memang sudah kelihatan hasilnya walaupun tidak banyak. Semakin kesininya semakin terasa menjadi prinsip: Belajar berbisnis.

Dan sekolah itu juga ada di dunia nyata, dari apa yang kita jalani dan apa yang harus kita pelajari pada akhirnya juga harus berhadapan dengan dunia nyata. Aku merasa harus belajar di dunia nyata dan langsung mempraktikannya.

Menurut om Dedi corbuzier di dalam podcastnya itu sekolah membuat orang menjadi robot dan aku sependapat. Terus itu terlihat di dunia nyata ketika sekolah tidak mengajarkan kita menghadapi dunia nyata setelah menyelasaikan kuliah kita akan mencoba mencari pekerjaan lalu terjebak disana selama bertahun tahun tanpa bisa keluar. 

Benar, berada di area yang nyaman, bekerja dan makan gaji setiap bulan, sementara yang lain sedang mencari kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Sektor lapangan pekerjaan yang terbatas akhirnya terisi penuh. Ada ribuan yang masih menunggu demi mendapatkan pekerjaan setelah sekian tahun duduk di bangku kuliah. Mungkin tidak termasuk Anda sebagai orang yang beruntung karena cepat mendapatkan pekerjaan. 

Pendidikan benar benar tidak terlihat untuk mencetak orang orang yang menciptakan lapangan pekerjaan, pendidikan itu untuk mencetak orang orang supaya bisa mengisi lapangan pekerjaan: Menjadi pegawai negeri, menjadi karyawan swasta, menjadi guru, menjadi polisi, padahal itu sangat terbatas sekali. Tidak mungkin bisa menampung seratus juta orang. Dan jika seratus juta orang menjadi pegawai swasta lalu bagaimana perimbangannya terhadap lapangan pekerjaan dan perekonomian?

Tidak terbayang bagiku. Mereka yang bangga makan gaji, mereka yang begitu bangga menjadi pegawai negeri. Tapi yang penting tentu saja mereka harus hidup layak dan berbahagia.

Dan ketika kesempatan terbuka, walau dengan berat hati aku memulai usaha dan menunda kuliah. Bukan berarti aku tidak ingin kuliah, aku ingin sekali. Dan suatu hari ketika usaha sudah berjalan kemudian aku bisa membayar orang, mungkin aku akan kembali ke bangku kuliah.

Ya suatu hari.
warna warni jajanan owner, limawarna franchise, anissa page

Posting Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...
editbloginfo © EDITBLOGTEMA. Developed by Jago Desain