KISAH MENGHILANGNYA PARA BLOGGER LEGENDA

kemana perginya para blogger legenda?

 PRAKATA

Berdasarkan tulisan Agus Mulyadi di mojok, saya jadi tersentuh dengan perjalanan historical para blogger legendaris, yang menghilang dan bagi saya selalu ada tersisa sedikit pertanyaan, kemana mereka kini?

Bagi saya kisah mereka adalah kisah epic dari sisi kehidupan di dalam ruang waktu kita yang sangat terbatas, bukan semata mata tentang blogging tapi kehidupan manusia yang misterius: Pikiran dan isi kepala mereka.

Lebih jauh karena saya juga blogger dan mulai merasakan bahwa mungkin saya akan pergi seperti mereka. Karena memang banyak pilihan yang dapat saya lakukan.

Karena hal itu saya jadi banyak membaca, menyimak dan mencoba memahami bagaimana segala sesuatu berlangsung dan tidak abadi dan akan berakhir bukan kita yang menentukannya, tapi perubahan yang memang harus terjadi. 

Media media besar (bermodal) menjelma menjadi saingan

Dulu sebelum ada media media sosial, sebelum ada laman laman visual video, sebelum portal dunia bisnis online terbuka sedemikian lebar, salah satu sumber informasi yang paling banyak di datangi orang orang adalah halaman blogger. Termasuk bagi mereka yang ingin belajar banyak hal. Kini orang belajarnya ke situs Youtube. 

Atau kini kalau ingin lebih "hidup" dan lebih "interaktif" maka pergi saja ke Medsos yang ruang tanya jawab dan diskusinya 'live' dan instan. Begitu mudah dan begitu terasa melecehkan masa lalu. Dan itu bukan sebuah anomali, tetapi hukum alam yang teratur.

Mereka berpaling pada hal hal baru...Oh tidak, mereka memang hidup di zaman seharusnya mereka hidup menikmati apa yang telah di sediakan untuk mereka. Dan itu telah terus berlangsung  dan terulang selama ribuan tahun, bukan? Hal baru selalu menggantikan hal lama!

Seketika saya teringat lagi salah seorang teman bule saya di forum pembahasan koding berkata: 
Blog? It is an old Job! You are fu*king ugly, kid. If you want most human listening at you, use what they like to use! We can't stay left behind!
Mungkin dia salah, mungkin dia tidak perduli, tapi entah mengapa sejujurnya saya mempercayainya sekarang.

Beda dulu pada zaman ke emasan blog, ketika media besar masih berupa kertas cetak, kompas tidak full online, masih ada ruang besar buat para blogger. Kini media media besar tidak lagi membutuhkan pabrik cetak. Mereka kini adalah saingan para blogger besar dengan platform bisnis yang independent. Para blogger bersesak sesakan terhimpit bisnis besar yang lebih menarik dan menguntungkan.

Konsensus kesadaran bisnis global

Seperti ada sebuah konsensus jangka panjang: Sebelum media besar siap full online harus di coba hal hal kecil terlebih dahulu, yakni para penulis yang terjun melalui platform blogger! Boleh dikatakan para blogger adalah perintis dunia informasi tulisan di dunia internet sebelum media dan platform besar menggantikannya.

Namun malangnya perintis tidak selalu eksis selamanya, karena setelah target bisnis itu tercapat memenuhi target, petugas perintis perlahan lahan ditarik dan tidak di butuhkan lagi. Kini dunia informasi dan penulisan di web telah terisi oleh platform medsos dan media media informasi yang besar, dan demikianlah bisnis berjalan seharusnya.

Walaupun masih ada ruang yang tersisa, tapi hanya tinggal sedikit. Itulah yang membedakan blogging di masa lalu dengan masa sekarang.

Pada masa lalu itu orang-orang rela pergi ke warnet, dan mereka membuka halaman blogger karena menurut zamannya mereka, blogger adalah sumber informasi yang sangat membantu dari cara masak, baca cerita, tutorial, petualangan, hingga sekedar membuka situs blog yang menampilkan gambar gambar misteri dan gambar gambar bokep. Karena pada masa itu media gambar sudah sangat terasa wah.

Lalu seiring waktu warnet perlahan tumbang oleh kemajuan teknologi gagdet, internet beralih dari warnet dan meja PC ke dalam genggaman. Bisnis warnet hancur lebur. Ternyata tidak cukup sampai situ, smartphone dan internetnya juga mulai dapat mengambil alih beberapa tugas PC, banyak anak anak muda bisa blogging melalui genggaman tangannya.

Dan benar saja para legenda menghilang, pada benak saya kadang timbul pertanyaan apakah mereka masih hidup? Berikut laman laman legendaris blogger Indonesia yang beberapa diantaranya bahkan telah di hapus dan sementara yang lainnya tidak bisa di akses lagi. Pemiliknya? Saya ingin mengenal mereka, tapi tampaknya mereka memang sudah tidak tertarik pada dunia blogging lagi.


1. Primbon.com

Menurut laman mojok: Internet membuat batas antara misteri dan fakta menjadi terasa sangat tipis. Dan Primbon.com menjadi salah satu hal yang menjembataninya. Primbon.com adalah blog yang menjadi salah satu daya tarik orang Indonesia untuk berkenalan dengan internet.

Primbon menyediakan konten-konten penampakan hantu baik yang jelas maupun yang tidak.

Hantu tentu saja adalah hal yang biasa. Namun di masa ketika belum banyak orang punya kamera, foto hantu menjadi hal yang sangat luar biasa. Dan Primbon mampu menyediakannya.

Halaman ini masih bisa dibuka sampai sekarang tapi ya itu tadi gemanya sudah sayup sekali. Pengunjungnya berkurang drastis dan tidak sebanyak pada masa keemasanannya dulu. Banyak hal harus di sesuaikan relevansinya dengan zaman kini.

2. AnneAhira.com

Agus Mulyadi menulis: Anne Ahira adalah salah satu sosok yang tampangnya sering sekali saya saksikan di internet. Blog miliknya, Anneahira.com hampir selalu menjadi peringkat nomor satu untuk berbagai kata kunci yang kita ketikkan di Google utamanya kata kunci “Bisnis Online”, kata kunci yang saat itu banyak dicari oleh orang-orang yang punya banyak waktu di depan layar komputer dan tersambung dengan internet seperti saya.

Mau cari informasi tentang bisnis, ketemunya Anne Ahira. Mau cari informasi tentang pelajaran sekolah, ketemunya Anne Ahira. Mau cari informasi tips dan trik sederhana, ketemunya Anne Ahira lagi. Bahkan mau cari Anne yang bukan Ahira pun, pasti ketemunya Anne Ahira. 

Laman ini sudah tidak bisa di akes lagi. Tapi sepertinya photo sang legenda masih bertebaran di internet. Anehnya sedikitpun tidak menyinggung masalah blog lagi seolah jejaknya sengaja dia hapus.

3. Bagas31.blogspot.com

Admin yang mengelola blog Bagas31 ini tentu saja punya sumbangsih yang sangat besar bagi banyak pemuda-pemuda miskin Indonesia. Tak terhitung berapa banyak orang yang kemudian bisa mendapatkan software-software bajakan tanpa harus membelinya dengan harga yang tentu saja bikin dompet meronta-ronta.

Istilah software crack atau lebih kasarnya lagi 'bajakan' tersedia di lama blog ini.

Corel, Photoshop, Sony Vegas, dan sederet software untuk mengolah materi digital bisa didapatkan dengan gratis di Bagas31 melalui link yang tentu saja sudah di-adfly-kan.

Blog ini sudah di hapus. Siapa Bagas si admin sampai hari ini adalah misteri. Andai saja saya bisa mengenalnya.

4. Enigmablogger.com

Sampai hari ini blog ini masih ada dengan tampilan 'tua' dan tidak lagi terupdate. Terakhir update adalah pada tahun 2016 dengan kenyataan trafik menurun karena banyaknya penghuni internet berpindah platform ke medsos. Ya itu tadi, relevansinya sudah mulai pudar oleh zaman.

Padahal sebelumnya blog ini trafiknya berjubel jubel. 

Enigmablogger, indocropcircle, dan beberapa blog misteri dan konspirasi lainnya adalah blog-blog yang cukup berpengaruh dalam perkembangan dunia othak-athik gathuk di Indonesia.

pada masanya mereka menyediakan banyak sekali informasi konspirasi yang dikemas dalam tulisan dengan gaya bahasa yang ringan, runtut, dan informatif, sehingga membikin para pembacanya terhipnotis dan bisa percaya begitu saja. 

Tapi itu tadi yah, zaman itu sudah tua anak anak muda menemukan mainan yang jauh lebih asik pada zamannya. Dan setiap zaman, setiap masa hanya bisa bertahan pada 'momen' nya masing masing.

Kesimpulan:

Disamping 4 halaman blog di atas terdapat blog blog seperti lalat-X.com, terselubung.blogspot.com. Mereka adalah para blogger pada zaman ke emasan dunia blogging. Dan kini mereka telah menepi. Generasi ini yang lahir tahun 70-an.

Sekarang kita mengenal Raditya Dika, Harumi, Alitt Susanto, Theresia atau Tere, tapi mereka bukan benar benar blogger, itu hanyalah profesi sampingan bahkan mungkin mereka tidak lagi menganggapnya demikian. Aditya adalah seorang artis, penulis dll. Tere adalah penulis. Halaman blog hanya berpengaruh sedikit, dan sekedar menjadi Portofolio karya karya mereka saja.

Dan para legenda sebelumnya, di zaman ke emasan blogger, entah apa yang mereka lakukan sekarang....


Ikuti terus trik, tips, dan info melalui halaman blog ini Share:

Sumber: Mojok.co, youtube, twitter, global webpage communication, Google Webmaster Discussion, world recent trend. Dll.

11 Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...

  1. Dari keempat blogger itu yang aku kangenin enigma blogger. Blognya selalu ramai, soalnya membuka rahasia misteri misteri yang tampak misterius.

    Kadang habis baca, oh ternyata begitu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namun di ukur dari parameter tool net trafiknya semakin terjun dan curam. Itu tadi: perubahan minat pembaca yang rata rata kini bukan lagi generasi blog. Mereka generasi dengan minat beda

      Hapus
  2. Jangankan pak sofyan yang sudah senior, saya yang baru kenal dunia blog pun merasa kehilangan nama2 yang awalnya sering saya kenal, sekarang sudah banyak yang maherat entah ke mana. Yang aktif sampai sekarang bisa dihitung dengan jari. Kadang saya bingung sendiri. Serasa ditinggalkan saat mulai persahabatan mulai hangat. Selamat sore, Pak Sofyan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang hilang ini adalah legenda, bukan blogger biasa bu Nur.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Generasi beda, alatnya pun beda, orang mau baca komik tinggal buka webtun, mau dnger lagu, buka spotifai atau yusuf, mau berbagi cerita tinggal buka quwora.. skrng pun bikin aplikasi smakin mudah, dlu handphone skrng smartphone..

      Mo ngedownload lagu pun smakin gampang, dlu harus buka indowebster dlu lah, waptrick lah.

      Yng mau ngeblog ttp ngeblog donk, kan ada kata kunci abadi, misalnya cara menghilangkan komedi di wajah

      Hapus
    2. Dan saya melihat di negeri kita masih ada loper dan penjaja koran. Tapi tidak spt dulu lagi. Dulu kitA membeli koran memang buat kebutuhan untuk di baca. Kini benar benar hanya karena kasihan sama penjajanyA yg rata ratA anak anak.

      Koran yg dibeli di biarkan tergelatak di meja kedai kopi. Tidak dibawa pulang untuk di baca.

      Pengusaha koran tidak jaya spt di masa lalu. Aturan baru mulai diterapkan terkait penggunaan kertas. Koran koran yang dijual pun umumnya terbatas hanya koran koran lokal.

      Tidak ada lagi koran kompas.

      Itu hanya contoh perubahan, analogi dunia blogging jg hampir sama.

      Hapus
  4. Dari yang saya liat - liat, blogger - blogger senior memang punya keahlian tambahan Mas , yakni " menghilang ", hahaha.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Termasuk kang Nata, kini telah "menghilang" ilmu turunan para legend

      Hapus
  5. Memang pembaca sekarang lebih senang beralih ke visual seperti video. Blog kini harus bersaing dengan media online. Tapi masih mending jika dibandingkan media cetak sekarang yang masih bertahan hanya sedikit. Tapi, saya yakin blog masih memiliki segmentasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes. Dan hanya saja di dunia memang: "tidak ada yang abadi, kecuali perubahan dan perubahan" mengutip Einstein he he he..

      Semoga kita tetap bisa bersilaturahmi

      Hapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak