CATATAN PEMILU 2024, RAMALAN SEBELUM PEMENANG DI UMUMKAN

 

Pemilu sedang dan sudah berlangsung, apapun yang terjadi itulah proses demokrasi, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan sikap yang lebih dewasa. Tapi ada satu catatan yang mungkin kita perlu antisipasi agar tidak ada lagi perpecahan yang bisa merugikan persatuan bernegara, berbangsa dan bersopan santun dalam berbahasa.

Catatan ini keluar setelah kita melihat drama politik yang biasa terjadi, ketika setiap paslon, dan hampir segenap pendukungnya telah bekerja keras untuk memenangkan timnya masing masing, kita menonton bagaimana masing masing menggunakan segala cara untuk mendapatkan suara dukungan agar menang. Berbagai agenda, berbagai manuver di lakukan. Bahkan terkadang kita melihatnya seperti sudah berlebihan. Sebagian pendukung yang fanatik, bahkan dengan sadar membesar besarkan narasi politik, bahwa paslonnya terbaik tanpa cacat cela, bahwa paslon lain bisa menghancurkan negara.

Itu kan kata kita, tapi kita lupa ketiga paslon hanyalah manusia biasa, dan ketiganya kebetulan adalah putra putra terbaik bangsa, buktinya mereka memiliki massa yang sedemikian banyak, bukanlah kebetulan. Tidak semua orang bisa mencapainya. Kita mengerti, setiap orang berpijak pada keyakinan masing masing, pendirian masing masing, ada yang yakin harus mendukung paslon mereka karena alasan keyakinan yang sama, dan tidak berharap paslon lain menang. Kita hanya khawatir, terlalu fanatik sebagai pendukung suatu paslon akan berakhir dengan kekecewaan, dan juga rasa pacundang.

Ayo sadarlah.

Dan setelah pemenang di tetapkan oleh pilihan kolektif suara terbanyak, pada saat itu akan banyak sekali orang mau saja memelihara kekecewaan di dalam diri mereka. Sampai gak bisa terima mengapa paslon mereka bisa kalah? Ya itu tadi kita terlalu yakin ia di pilih dan pasti menang, padahal kita tidak tahu sama sekali apa yang ada di benak dan pikiran masing masing orang, bisa saja di bibir dan di hadapan anda mereka bilang: "ya kami mendukung paslon anda, kita sama" tetapi di hari penentuan mereka tetap memilih paslon yang sesuai hati nurani mereka.

Janganlah kecewa, karena anda sudah berusaha sebaik baiknya. Kalah bukanlah akhir segalanya, kemenangan juga akan ada batasnya.

Yang jelas nanti, kami dapat meramalkan, akan banyak sekali statemen, yang mengatakan bahwa si pemenang telah berbuat kecurangan, CURANG!

Sekali lagi menuduh orang curang setelah kita kalah adalah sebuah tanda bahwa jiwa kita adalah jiwa yang pacundang. Hanya orang berjiwa besar yang mau menerima kekalahan dan mengoreksi diri mereka sendiri.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak