BENARKAH MANUSIA ADALAH MAKHLUK YANG PALING CERDAS?

Mengapa aku jadi manusia, mengapa aku tidak pernah ingat bahwa aku pernah memintanya?.Jika menyadarinya tentu aku akan menerimanya. Begitu yang pernah kubaca sekilas dari sebuah novel. Itu kesadaran kita mempertanyakan keberadaan dan posisi kita di Alam semesta. Tetapi bukan itu inti dari tulisan ini, pertanyaannya menyangkut dimensi yang agak luas: Benarkah manusia itu sesungguhnya adalah spises makhluk yang paling cerdas?

apakah benar manusia makhluk yang cerdas

Apakah setiap makhluk sebenarnya merasa cerdas?
 
KESADARAN KOGNITIF.
Ada yang mengatakan cerdas itu karena manusia memiliki kompliksitas yang rumit, memiliki kesadaran yang kognitif: Misalnya jika semut mencari makan di bawah matahari apakah mereka pernah berfikir dan menyadari bahwa mereka itu ada? Atau hanya sekedar benda benda yang bergerak gerak di bawah matahari tanpa kesadaran? Dan manusia memiliki kesadaran itu, kesadaran bahwa mereka ada.

Kesadaran itu menyangkut kemampuan kognisi suatu entitas benda, misalnya batu jika terkena hujan maka konsekuensi dan reaksinya hanya basah. Akan tetapi seekor kecoa, semut dan anjing akan berlari menghindarinya agar tidak basah karena dia memiliki pengatahuan yakni suatu akibat jika terkena air hujan: Basah, urang utan menghindar sambil memetik daun lebar dan memayungi dirinya, karena dia memiliki tingkat kesadaran kognitif yang lebih tinggi daripada seekor anjing, tapi mungkin juga karena ia memiliki tangan yang lebih mirip manusia untuk ketrampilan itu di banding dengan seekor anjing. 

Manusia mampu menghindar, mampu mencari tempat berteduh dalam waktu singkat dan membuat teknologi payung dan bangunan rumah yang meningkat dari waktu kewaktu.

Jadi seperti terlihat pada hirarki: Batu, semut, anjing, urang utan dan manusia. Semuanya dilengkapi dengan kecerdasan dan fitur fitur kecerdasan itu sendiri.

KEMAMPUAN BERADAPTASI BUKAN MEROBAH DAN MERUSAK.
Namun penjelasan di atas tidak cukup. Hawking pernah melontarkan definisi cerdas:
Inteligence is The Ability to adapt to change. Ada yang mengartikan sebagai: Cerdas adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap perbahan tanpa melakukan perubahan.

Disini manusia gugur dalam penilaian itu. Manusia membuat peralatan teknologi untuk memudahkan hidup mereka, namun merusak lingkungan. Berapa luas hutan di tebang, berapa luas perut bumi digali dan di 'sakiti' dan akibatnya, perubahan iklim.  Saat ini kondisi bumi semakin memprihatinkan. manusia telah melakukan pengrusakan yang sebagian luput dari pemahaman mereka. Atau mereka telah gagal mengendalikan sumber-daya alam.

Dalam hal ini manusia tidak pintar samasekali jika dibanding dengan benda mati, atau spises semut dan kecoak yang tidak meninggalkan kerusakan pada alam. Manusia adalah makhluk yang semborono dan bodoh.

KEMAMPUAN MENURUNKAN PENGALAMAN DARI GENERASI KE GENERASI
Ya manusia memilikinya. Bahkan dari waktu ke waktu, zaman ke zaman telah terjadi peningkatan yang signifikan. Dari membuat pedati kini menjadi mobil, dari sepeda kini menjadi sepeda motor. Dan lompatan teknologi yang di dokumentasikan telah menghasilkan lompatan teknologi sehingga manusia mampu membuat pesawat terbang untuk keperluan transportasi mereka. 

Kemampuan manusia mengajarkan kembali atau menurunkan pengalaman kepada generasi berikutnya bukanlah kemampuan satu satunya spises makhluk hidup. Kita melihat bagaimana koloni lebah yang ukuran otaknya kecil kecil itu mampu membangun sebuah sarang dengan arsitektur sedemikian rupa dengan bangun bangun geometris yang sempurna? Siapa yang mengajari mereka matimatika?

Artinya mereka juga mewariskan hal tersebut kepada keturunan mereka. Namun hanya untuk hal tersebut dimana pengatahuan mereka tidak berdampak pada pengrusakan lingkungan seperti apa yang terjadi pada manusia. Mereka mampu melakukan rekayasa teknologi yang rumit, manusia mampu melakukannya lebih jauh: bahwa hari ini kita melihat pesawat yang terbuat dari logam bisa terbang melebihi kecepatan suara itu menggunakan apa?

Menggunakan energi fosil! Fosil itu terbuat dari apa? Dari jasad jasad makhluk hidup yang telah berproses jutaan tahun yang lalu termasuk bangkai nenek moyang kita. Jadi rekayasa teknologi sekarang adalah konversi dari zaman batu. 

JADI BENARKAH MANUSIA MAKHLUK YANG CERDAS?
Dengan adanya terminologi bahwa manusia adalah makhluk yang berakal dan cerdas, ternyata  tidak menjelaskan misteri alam. Itu hanya di permukaan bumi saja, bagaimana dengan planet lain yang belum kita ketahui? Atau jika ada makhluk cerdas lainnya yang tidak terdeteksi oleh indera mata, indera rasa, dan pendengaran kita?

Kita memang telah membuat berbagai peralatan mulai dari gunting, pisau, parang dan kapak, hingga smartphone dan pesawat ruang angkasa, tetapi 'bodohnya' kita juga membuat senjata senjata pemusnah massal dari bom kimia, bom hydrogen hingga bom atom yang di hubungkan dengan tombol keputusan yang pada setiap saat saja tinggal pencet dapat membuat kota Jakarta, Singapore, Shanghai, atau New York keseluruhannya lenyap dari peta bumi.

Ataukah kita hanya diperalat oleh alam? Jika teori evolusi terbukti berjalan kita adalah makhluk yang sedang di desain, meskipun ada yang tertinggal bertahan menjadi genetik kera, mungkin saja dalam berevolusi dulu bersama sama manusia melewati waktu jutaan tahun pada saat genetika genom kita memilih menjadi manusia, mereka tidak. Dan semenjak jutaan tahum dulu belum tentu juga nenek moyang Chimpense dan urang utan mau menerima tawaran menjadi manusia. mereka memilih berakhir di cabang dan ranting bangsa bangsa kera besar.

Kita juga tidaklah terlalu berbeda dengan kecoak, virus dan zat asam asal muasal bubur kehidupan, ketika menjadi spieses manusia diantara spises hewan dan tanaman, secara biologis kita tidak jauh berbeda dengan hewan, memiliki darah dan daging, dan biarpun kita mengaku sebagai manusia, kita tetap saja saling memakan dengan mereka.

ANTARA TAKDIR DAN RAHASIA PENCIPTAAN.
Tak pelak lagi kita sangat dekat satu dengan yang lain: Sama sama membutuhkan air yang sama, udara yang sama. Kita berkongsi hidup dan berbagi material untuk menyambung hidup. Kita dan hewan hewan juga dengan tanaman dan virus atau bakteri hidup berdampingan, terlihat begitu mesra dan intim. Kita memburu, menyembelih dan memakan daging hewan dengan suka cita, darah,  pekikan meregang nyawa begitu seksi di mata kita. Akuilah! Karena virus juga melakukan hal hal yang destruktif terhadap tubuh biologis kita. Akuilah bahwa mereka 'hanya' sedang melakukan tugas mereka.

Dalam pelajaran biologi kita belajar tentang rantai makanan: Tanaman dimakan oleh hewan karbivora, hewan karbivora dimakan oleh hewan karnivora, manusia bersama beberapa jenis spises lain tergolong herbivora dan karnivora sekaligus dan kita mengatakan: Manusia berada di atas rantai makanan karena memakan segalanya.

Jadi dapat dikatakan tanaman berada di bawah rantai makanan? Tidak, kita lupa ada jasad renik yang menghancurkan tubuh manusia yang telah mati akibat sakit, terbunuh, atau memang sudah sampai ajalnya. Mereka memakan sari tubuh manusia, tubuh harimau atau hewan apa saja yang mati dengan cara membusukannya. Dan kita tahu tanaman yang di katakan sebagai spises dengan posisi strata paling bawah di rantai makanan justeru menyantap darah dan daging kita! Mereka memakan kita setelah diolah menjadi humus, dan jasad jasad renik itu melayani mereka dengan setia sepanjang waktu. itulah kekuatan alam.

Cerita belum berkahir sampai disana, karena setiap sisa bangkai yang dimakan memang telah hancur, namun tidak mengancurkan inti segalanya: yakni energi. Ini hanyalah kisah tentang daur ulang kehidupan yang hidup kemudian mati, kemudian hidup lagi, sisa jasadnya diolah lagi menjadi makanan, makanan yang memberikan asupan energi kepada tanaman, hewan dan manusia itu sendiri yang hidup setelahnya. Kita tahu hukum fisika: Bahwa tidak ada yang abadi, semuanya akan berubah (hancur) kecuali Energi. Energi tidak bisa dihancurkan, ia hanya berpindah bersama kapasitasnya, kecerdasannya, dan seluruh inteligensianya ke tempat lain. Pada hukum fisika Einstein menamakannya sebagai: 'Hukum Kekekalan Energi'.

Dan belum juga berakhir, yakni sekalipun spesis kita dan semua spesis telah mati namun cetak biru 'kemakhlukan' kita tertuang dengan kuat dalam genom. Saya membaca perihal genom dari Matt ridley cukup memberikan gambaran bagaimana cetak biru manusia, hewan, tanaman itu tidak bisa punah, sebagai manusia kita semua akan mati, namun akan di lahirkan kembali manusia manusia baru yang kita sebut dengan 'generasi' semua di bentuk dari cetak biru tersebut.

Siapa tahu tubuh kita setelah mati di dalam kuburan sana di jemput oleh para 'pengolah' di angkut kepada akar akar tanaman atau terbiar sementara menjadi humus di atas tanah yang subur. Tanaman tumbuh menyerap DNA dan informasi cetak biru rahasia penciptaan kita sebagai transit. Tanaman mungkin akan dimakan oleh kambing, monyet atau ikan. Mereka berkembang biak mengangkut informasi tadi terus menerus. Sampai salah satu spises mereka masuk ke dalam periuk makan manusia di Afrika. Salah seorang dari mereka melahirkan bayi berkulit putih! Kita tidak tahu benih apa yang paling dominan masuk ke dalam moulding (cetakan) yang jelas detailnya sejauh ini belum kita ketahui.

Kita selalu di daur ulang, sejak dulu jutaan tahun yang lalu sampai kini walau secanggih apapun kita merasa, kita selalu terbuat dari bahan dan material yang sama dengan kecoak, tikus, kera dan anjing dari humus peninggalan bangkai bangkai masa lalu yang di olah kembali. Semua kita di kuburkan untk menjadi humus tanah kembali. Atau di bakar untuk menjadi karbon salah satu modal asam keidupan, tidak perduli untuk dicetak menjadi apa.  

Yakni fisik kita yang hancur telah hancur itu menjadi garis besar dari takdir masa depan spises kita...

Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share:

Komentar