Beda blogging dengan vloggin dan cara bikin konten vlog paling mudah di Youtube

Sama seperti halnya blogging, vlogging juga memerlukan beberapa persyaratan SEO agar konten kita menjadi menarik dan diminati pembaca (kalau blogging) dan penonton (kalau vlogging). Namun di samping itu ada beberapa konten yang tidak terlalu merepotkan untuk di buat konten vlog atau konten video di youtube.

Namun disini kita akan membahas beberapa hal terkait dengan vlogging di Youtube.

1. Short video

Short video itu durasinya sangat pendek walau sekarang sudah di perpanjang namun tidak bisa melebih 60 detik alias satu menit. Nah banyak vlogger yang memanfaatkannya dan lalu sukses membangun channel dengan berbagai jenis konten. Ada konten aksi ekstreem. Prank dan social expriment, namun menurut saya konten konten tersebut memerlukan usaha lebih, meskipun kamera perekam video yang di butuhkan hanya kamera hape namun kita harus keluar alias outdoor untuk membuat konten, dan butuh asisten berupa orang atau peralatan agar ketika melakukan aksi ada yang bertugas merekam.

Sekarang ada stand robotik yang mampu secara otomatis mengarahkan kamera hape kemanapun kita bergerak ketika melakukan 'action' akan tetapi tetap saja memiliki kekurangan, yakni masalah keamanan dari pencurian he he he saat jauh dari hape di bawa kabur misalnya wkkk...selain itu memerlukan modal kamera perekam suara bluetooth agar jika ada narasinya dapat di masukan ke video.

Nah tidak sedikit yang membuat short story video 'murah meriah' termasuk saya. Saya membuat konten konten review singkat padat selama 50 detik atau tutorial toturial pendek yang biasanya sukses mendatangkan pengunjung dalam sekejap, hal ini berkat bantuan algoritma Google yang memilih video berdasarkan kualitas, kategori, kebiasaan menonton pengunjung dll.

2. Video review produk gagdet singkat

Tidak aneh konten konten video ini mendapat sambutan luas. Pengunjung membutuhkan review produk hape terbaru pasti akan mencari reviewnya, dan jujur saja rekomendasi mesin pencari adalah Yotube, setelah itu hanya sedikit kekuatan mesin pencari di arahkan kehalaman web review, kecuali halaman halaman web kuat seperti engadget, GSM Arena dll. 

Akan tetapi ya ampun banyak sekali yotuber tekno tekno beginian yang memiliki pengunjung nyaris dua kali lipat subscriberntya. Misal subscribernya hanya 300-900k pengunjung kontennya bisa 1-2 juta viewers.

Untuk menjadi youtuber model ini memang di butuhkan ruang studio lengkap dengan sistem pencahayaan, mesin voice over, perangkat PC buat editing dan tentu saja asisten. Penghasilan mereka tidak semata mata datang dari adsense saja tapi dari juga berasal dari review produk, semacam endorce atau product influencer. Ini jauh lebih sulit di lakukan melalui halaman blog terutama ketika para pemilik produk lebih memilih channel Youtube untuk membuat produk mereka lebih cepat menjangkau pasar. Silahkan baca datanya di internet.

Menurut laman digitalmisaver tahun 2020 saja 81% pebisnis menggunakan Yotube untuk memasarkan produk mereka. Artinya apa? Artinya sisanya tinggal di bagi antara halaman blog dan web konvensional besar. Baiklah mengapa hal itu terjadi berikut alasannya menurut laman lainnya:
Youtube jauh lebih cepat dan lebih efektif menjangkau pasar
Youtube jauh lebih efektif meningkatkan branding
Youtube jauh lebih di rekomendasikan dalam penyesuaian bisnis era modern
dll (ada 8 item sebenarnya)

Dan menurut laman weargrow mengutip hasil study para ahli alasan tersebut masuk akal karena perkembangan dan perubahan cara hidup modern:
  • 65% of people are visual learners (65% manusia adalah pelajar visual)
  • 30% of people are aural learners 
  • 5% of people are kinesthetic leaners
Jadi jika ingin sukses vlogging salah satunya tentu saja mengambil niche reiview ini di Yotube. Review produk secara singkat karena modelnya lebih banyak di rumah atau di dalam studio. Beberapa model review yang saya lakukan hanya membutuhkan kamera hape 2 jutaan, penerangan sederhana, microfon kondenser cardioid seharga 400ribuan dan sebuah meja bekas meja makan he he he. Saya memiliki beberapa channel, namun sekarang saya sedang menghidupkan channel yang sudah sangat tua namun terbengkalai. 

Saya cerita sedikit channel ini memang parah banget di buat pada waktu saya relatif masih sangat labil secara usia dan mental pada tahun 2012, tidak pernah di update dan beberapa kali lupa masuknya melalui email gmail yang mana hingga tahun 2020 subscribernya hanya 10 orang, lalu saya ingat kembali emailnya, lupa pula passwordnya. Berkat gigih akhirnya saya dapat kembali mengaksesnya kembali di bulan januari 2020 lalu saya buat konten bersumber dari blog editblogtema dan alhamdulilah sekarang sudah memiliki hampir 700 subscriber tanpa terasa.

3. Narasi (konten suara)

Video dengan narasi itu penting, itu akan membuat konten menjadi lengkap. Bayangkan secara visual saja tentu tidak cukup karena itu hanya mewakili mata, video paling tidak sudah dapat menggantikan fungsi membaca ke visual bentuk berdimensi tapi tidak bisa mengakomodasi kebutuhan 'mendengarkan' karena manusia memiliki telinga untuk mendengar seperti halnya mata buat melihat dan juga membaca.

Itu sebabnya di butuhkan narasi secara harfiah, akan tetapi secara praktis ia dapat menjelaskan detail produk, peristiwa dan hal hal lain terkait visual sehingga jauh lebih detail. Saya tidak sedang mempermasalahkan antara narasi, pidato dan berbicara biasa ya. Yang penting ada konten suaranya. Dua hal ini yang akan menjadi sangat penting di masa depan.

Untuk sekarang kita membutuhkan alat bantu jika suara kita tidak memadai untuk penyampaian narasi. Alat bantu yang bernama mikrofon yang terkadang bisa mempercantik suara kita juga sehingga menjadi enak dan nyaman di dengarkan.

3. Pencahayaan

Pencahayaan dengan pengaturan yang tepat akan membantu visualisasi yang detail dan juga indah. Contoh bagaimana jika Anda mereview sebuah produk dengan detail halus, dengan warna indah tanpa cahaya penerangan yang tepat? Atau bagaimana Anda mereview produk kecantikan jika gara gara pencahayaan wajah Anda terlihat buruk?

Pencahyaan yang baik dapat meningkatkan performa penampilan. Sebab itulah para yotuber besar umumnya membutuhkan studio yang mana di dalamnya telah terinstall sistem pengatur suara dan pencahayaan.

4. Assisten

Pembantu itu tidak harus manusia, karena kita sendiri juga adalah manusia. Dalam situasi tertentu dan khusus kita bisa menjadi sekaligus sebagai produser, kameraman, pemeran, tata dan layout, sustradara dst.

Akan tetapi assisten itu memang penting, misal saya harus melakukan beberapa action siapa yang akan memegang alat perekam video? Saya akan membuat sisten robot sederhana berupa stand atau tripod, syukur syukur tripod pintar yang dapat mengikuti pergerkan tubuh kita.

Kamera hape sekarang umumnya sudah memiliki pergerakan auto fokus yang sangat baik dan beberapa tripod atau stand yang di jual di pasaran sudah memiliki kemampuan automatis sperti bergerak mengikuti kemana kita bergerak. 

Segala hal dapat di siasati. Tidak ada yang sulit bahkan menurut saya akan menjadi tantangan yang menggairahkan.

Itulah beberapa pebedaannya blogging dengan vlogging. Blogging hanya membutuhkan perangkat hape dan waktu luang lalu mengetik. Sedangkan vlogging? Dan itu akan setimpal dengan apa yang akan di hasilkannya.

Dan ingat yang susah susah itu hanya pada permulaannya saja.


Ikuti terus trik, tips, dan info melalui halaman blog ini Share: