APA YANG TERJADI KETIKA BLOGGER BERALIH KE VLOGGER?

vlogging vs blogging

Saya ingin berbagi hasil pengamatan lagi nih tentang dunia blogging yang semakin meredup. Jujur, ini benar, populeritasnya tidak seperti ketika ia sedang naik daun. Hal ini bahkan diakui oleh google sendiri.

Para konten kreator mulai berpaling kepada media yang lebih menantang, dan lebih kekinian. Di samping itu dunia blogging sepertinya telah terinjak oleh media media mainstream, tidak berkutik dan menepi di pinggiran.

Ada hukum yang tidak terkatakan kebenarannya, namun sangat nyata di dalam relung waktu: Bahwa tidak ada yang abadi di dunia, bahwa dunia bergerak semakin cepat, orang orang mulai bosan dan melupakan hal hal lama, hal hal jadul, mereka terpaku kepada hal hal yang lebih baru.

Yang bertahan seperti saya tidak lagi karena idealisme, melainkan lebih karena masih ada yang tersisa dan tertinggal untuk di kunjungi. Di rumah kita dunia blogging yang sudah hampir menjadi masa lalu, berada di ujung zaman, dan mulai dilupakan.

MENCOBA MENJADI VLOGGER

Dan saya selalu tertarik pada bamyak cerita, apalagi jika saya sudah terlanjur menjadi bagian yang berinteraksi di dalamnya. Diantara para blogger yang mencoba menjadi "youtuber" saya melihat ada channel kang nata dengan nama channel "kang telur" namun selama 3 tahun sudah tidak aktif lagi, padahal subscribernya sudah 2,8k. 

Lalu ada kang Adi suryadi pemilik blog kompi ajaib. Channelnya juga nampak tidak aktif lagi. Yang aktif seperti Mas Timon Adiyoso, dan Djangkaru Bumi telah memiliki subscriber dikisaran 50k - 300k.

Saya sendiri relatif masih aktif dengan subscriber dikisaran 22K. Namun belum saya monetisi. Saya berencana monet setelah subs banyak. 

MENGAPA MEREKA BERHASIL, MENGAPA MEREKA GAGAL DI PLATFORM LAIN?

Tidak lain adalah masalah konsisten atau tidak konsisten. Saya salut dengan Djangkaru Bumi, yang channelnya konsisten dengan konten ondel ondel. Bahkan sangat nyata sekali ia telah berjuang keras untuk itu. Kini subscribernya sudah di atas 50K, saya doakan semoga segera mendapat silver button.

Kalau mas timon tidak diragukan lagi memiliki talenta berkomunikasi yang baik. Channel youtubenya pastinya sudah di monet dan mendapat pemasukan lumayan.

Tapi sekali lagi tidak ada yang abadi di dunia. Menjadi youtuber juga tidak lagi semudah dulu. Youtube juga mengutamakan kualitas video, dan itu membutuhkan skill editing, walau tidak selalu demikian, namun kualitas konten selalu harus nomor satu.

Persaingan juga semakin seru. Para artis, tokoh masyarakat juga sedang berlomba lomba membuat channel youtube. Dan pada perkembangannya platform video seperti youtube, bisa saja digantikan oleh platform reality auction, seperti metaverse, ketika teknologinya sudah siap.

Kita tidak bisa lagi menunggu, kita harus cepat mengambil keputusan, mengasah kemampuan dengan ketrampilan yang berbeda. Dunia tidak akan menunggu kita lagi. Itu jika kita masih ingin eksis di dunia media.

Blogging pastinya sudah jadul, ya kelihatannya memang demikian adanya.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak