Worthed mana Vlogging atau blogging?

AvatarOleh:
vlogging versus blogging

Pada umumnya banyak orang setuju dan berpendapat, kalau kita menulis di halaman berbasis konten tulisan seperti Wordpress, Blogger, Wix, Drupal dan lain lain, makan kegiatan tersebut dinamakan blogging. Lalu jika kita membuat konten video personal dan menerbitkannya di platform konten video seperti Youtube, maka orang setuju juga kalau di kategorikan sebagai vlogging.

Baca juga:

1. Blogging

Blog menjadi wadah bagi para pengguna untuk mengekspresikan pendapat atau perasaan pribadi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, fungsi blog semakin berkembang dan menjadikan blog sebagai mesin pencetak uang. Karena itu banyak peminat menjadi seorang blogger hanya untuk mencari uang di internet.

Banyak orang yang benar benar mengerti bahwa blogging di Wordpress, Wix, drupal dll itu pada prinsipnya sama yang membedakannya hanya penyedia platform, dan bahwa ada lagi istilah websider di antaranya, masih dapat di jelaskan dengan detail. Ini terjadi karena telah banyaknya informasi yang menjelaskannya. Maklum di banding dengan vlogging, blogging sudah mulai di kategorikan sebagai 'old job' atau bahasa kasarnya 'pekerjaan yang telah usang'.

2. Vlogging
 
Akan tetapi vlogging adalah istilah yang relatif baru dan berbeda. Jika blog di ekspresikan melalui konten yang dominan tulisan di tambah gambar dan video, maka vlog sebaliknya, vlog selalu konten di dominasi oleh video sedangkan gambar dan tulisan hanyalah pelengkap penderita. 

Blog video menawarkan pengalaman situs yang lebih kaya dibandingkan dengan blogging dalam bentuk teks, karena ia mengkombinasikan video, suara, gambar, dan teks, meningkatkan kandungan informasi, serta emosi, yang dibagi dengan para pengguna internet lainnya.

Media seperti itu membuat para penggunanya menjadi lebih bisa mengeksplorasi berbagai cara baru dalam berkomunikasi, di mana kebanyakan pengguna yakin bahwa video akan menghasilkan ekspresi yang lebih alami daripada tulisan.

Di Indonesia sendiri orang baru benar benar menyadari bahwa media video dapat dipergunakan sebagai media untuk vlogging pada saat aktris penyanyi Marshanda memposting video berisi ungkapan dan luapan emosi pribadi pada tahun 2009. Video itu segera menyebar luas. Lalu di susul dengan viralnya video Sinta dan Jojo 'Keong Racun' pada tahun 2010.

Segera banyak orangpun segera tahu bahwa cara vlogging lebih efektip dan lebih detail dalam menyampaikan 'pesan' ketimbang sekedar hanya menuliskannya melalui media tulisan.

Nah untuk vlogging sama halnya dengan blogging orang menggunakan platform platform yang telah tersedia di dunia pada saat ini seperti Youtube, Tiktok, Vimeo dll. Mereka mulai membuat konte video dan mempublikasikannya melalui channel mereka masing masing.

3. Contoh konten yang bisa lebih populer jika di ungkapkan melalui video ketimbang tulisan.

  • Konten Prank: Saya selalu ragu jika konten Prank dibuat dalam bentuk tulisan dan gambar akan menjadi populer dan akan dikunjungi puluhan ribu orang dalam seminggu, karena konten tulisan sangat miskin ekspsressi alamiah. 
  • Hal yang lucu pada prank pocong adalah reaksi wajah wajah terkejut para bocil dan tindakan panik mereka yang secara alami dapat di visualisasikan melalui unggahan konten video.
  • Podcast: Saya juga ragu konten pembicaraan seperti podcast Dedi Corbozer bisa menjadi konten trending jika di rubah menjadi konten tulisan dan diterbitkan melalui halaman blog.
  • Konten video singkat hewan: Konten konten ini hanya berdurasi detik dan format video di ambil dalam hitungan detik melalui perangkat mobile atau hape dengan posisi kamera portrait, saya ingin mengatakan konten video ini adalah AMP-nya platform video jika merujuk kepada blogging. 
  • Saya juga sangat ragu konten tulisan dapat menggambarkan tidngkah polah kucing lucu, imut dan absurd dapat di gambarkan melalui konten tulisan?
  • konten emosional. Beberapa adegan sulit di gambarkan dengan detail dan menyentuh emosi melalui konten tulisan, akan tetapi dapat sampai pesannya ke dalam emosi pengunjung melalui pesan visualisasi video dengan detail dan ekspossure yang tinggi.
4. Mengapa saya mulai vlogging dan membuat konten video?

Saya juga kuatir dan cemas bila suatu ketika orang orang melupakan menulis dan menganggapnya tidak lagi penting, Jelas menulis tidak akan hilang tapi bahwa popularitasnya berkurang hal itu jelas akan terjadi. Akan tetapi hukum alam selalu menunjukan kecenderungan yang hampir selalu pasti: Berubah dan berganti ganti sepanjang waktu. Hal hal baru hampir dipastikan akan selalu menggantikan hal hal lama.


Saya mulai merasakannya, bahwa menulis saja tidak lagi cukup untuk mengekspresikan kebutuhan saya. Jadi sayapun pada akhirnya membuat video dan menerbitkannya melalui platform platform video yang tersedia.

Banyak hal telah hilang semenjak peristiwa di dunia datang silih berganti selama ribuan tahun, hal baru datang dan hal hal lama perlahan menghilang. Konten tulisan juga adalah hal baru karena ia hanya datang ketika manusia mulai memiliki kepandaian membaca dan menulis. Kini manusia mulai mampu membuat konten dengan visualisasi berformat video. Konten tulisan harus berbagi tugas dengan konten video demi kemajuan umat manusia.

Tidak akan ada yang abadi di dunia.

Note:
Sebelum menulis ini saya riset materi dan melakukan pertanyaan di : https://brainly.co.id/app/ask?q=blogging

Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share:

Belum ada Komentar untuk "Worthed mana Vlogging atau blogging?"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik kita ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel