Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
 

Siapa menyangka, awalnya perang Rusia dengan Ukraina membuat hampir semua negara negara di Eropa menghadapi kesulitan hidup, betapa tidak, perang ini menghambat pasok energi alam sekaligus bahan makanan. 

Ukraina adalah pemasok terbesar gandum ke eropa, tetapi karena perang pasok makanan dari ukraina ke eropa jadi terhambat. Harga makanan lalu melambng naik. Sedangkan Rusia lebih vitalnya adalah pemasok sumber energi ke eropa. Tanpanya eropa bisa sangat menderita,harus menghadapi musim dingin tanpa penerangan, atau menghentikan semua mesin produksi karena ketiadaan bahan bakar akibat rusia sedang berperang melawan ukraina.

Nah Amerika yang tidak terlibat kesulitan karena wilayahnya yang sangat jauh dari eropa, awalnya tampak seperti pahlawan, dapat dengan meyakinkan menjadi 'dewa penolong' bagi uni eropa khususnya. Namun pada perkembangannya akibat barat pimpinan amerika bersikeras membantu ukraina dengan keuangan dan persenjataan, juga pelatihan militer, perang malah jadi bekepanjangan dan dampaknya mulai menyebar ke seluruh dunia. Apalagi ketika barat menjatuhkan sanksi keras bertubi tubi terhadap rusia, yangmungkin sanksi yang belum pernah di jatuhkan sederas dan sekuat itu terhadap negara manapun. Karena biasanya cukup hanya satu sanksi bisa membuat irak, libya dan iran jatuh ekonominya. Rusia tampak masih kuat.

Dunia lalu bergeser dan berubah, ketika cina segera mengambil kesempatan dan peranan yang lebih besar terkait perang di benua eropa ini.

Cina di tuduh barat membantu rusia melalui cara meringankan sanksi sanksi ekonomi, namun pada perkembangan terbaru cina juga di curigai sedang melakukan "sesuatu" terhadap seluruh dunia barat dengan rencana senyap, yakni mematahkan sama sekali hegemoni dunia barat dari permukaan bumi. Dan hal tersebut tampak di lakukan dengan normal, sampai pada saatnya ekonomi amerikapun ternyata mulai terpengaruh!

Tiba tiba hari ini dunia menyaksikan negara negara di dunia ramai ramai  melakukan dedollarisasi, BRICS ternyata  mengalahkan pengaruh negara negara G7 pro barat yang selama ini dianggap sebagai negara negara super kaya.

Ya, di front eropa rusia terlihat masih kesulitan memenangkan perang, demikian juga barat yang mulai terpecah lagi karena tidak mampu memberikan bantuan terus menerus kepada ukraina, namun drama perang terus saja berlangsung mengangkat ego masing masing negara yang tengah terlibat medan perang terbaru di benua eropa ini. Banyak negara negara lain mulai terlibat memihak kedua sisi yang sedang berseteru, terang terangan atau diam diam. Ada Iran, ada cina, ada beberapa negara memberikan sokongan non materi, ada yang langsung mengirimkan persenjataan.

Tapi yang jelas sistem ekonomi  amerika kini seperti menjadi taruhannya, mungkin washington tidak pernah menyangka perkembangannya bisa seburuk ini. Mungkin masanya amerika harus memikirkan dan mengurus urusan dalam negerinya sendiri ketimbang selalu mencampuri urusan rumah tangga negara lain.

SHARE YA:

Halo sobat sobat editblogtema (blogger) editvlogtema (vlogger), pertama saya ingin menyampaikan diclaimer terlebih dahulu, bahwa ketika saya membahasa konten keuangan global posisi saya bukanlah sebagai seorang ahli keuangan, pengamat keuangan atau sedang menggeluti dunia keuangan. Saya hanya seperti anda semua yang mencoba berfikir kritis, dan berkeyakinan bahwa kebebasan berpendapat itu juga di lindungi oleh undang undang. Tambahan lagi dengan jujur konten yang saya bawakan adalah hasil kesimpulan banyak tulisan, merujuk kepada konten konten yang telah ada banyak beredar di media media besar, baik lokal maupaun global, baik dari media pro barat dan Amerika maupun yang anti Amerika. Semuanya saya ikuti. 

dunia sedang menuju keruntuhan dollar amerika

Saya yakin sebagian Anda juga sama. Kita akan membahas masa awal dimana dominasi dollar mulai di pertanyakan oleh masyarakat dunia, setelah delapan dekade mengusai perbankan dan keuangan dunia.

Ya tegasnya Dolar Amerika Serikat telah menguasai dunia keuangan selama hampir delapan dekade sejak akhir Perang Dunia II. Sekarang, perang lain sedang di persiapkan panggungnya oleh banyak negara untuk mengeksplorasi perpindahan dari dolar ke mata uang alternatif untuk perdagangan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang dominasi mata uang di masa depan. 

Sebelumnya, mau di serang, mau di invansi, mau di sanksi ekonominya, tidak ada satupun negara yang mampu menggoyah senjata mau dollar Amerika, itu semua mungkin karena yang di serang adalah negara negara kecil dan lemah, mereka tidak berdaya dan tidak ada sekutu yang berani membelanya. Sebut saja Suriah, lebanon, irak, libya, kuba, venezuela dan masih banyak lagi negara negara yang telah merasakan senjata dollar pada saat di arahkan kepada mereka.

Akan tetapi baru baru ini Amerika walau tidak secara terang terangan menyerang secara militerisme seperti yang biasa mereka lakukan terhadap negara negera yang relatif lemah, dan itupun pasti main keroyokan, kini telah mengusik dan mencampur tangani Invasi negara sebesar Rusia ke Ukraina pada Februari 2022  dan langsung seperti biasa dollar amerika sebagai senjata memicu gelombang sanksi keuangan pimpinan Amerika terhadap Moskow. Dari begitu banyak sanksi, dua yang  paling kuat. Yang pertama adalah  keputusan pemerintah Barat untuk membekukan hampir setengah cadangan mata uang asing Rusia.  Seperti dilaporkan Al Jazeera 7 Maret 2023, cadangan yang dibekukan nilainya mencapai US$300 miliar. Dan yang kedua  adalah penghapusan bank-bank besar Rusia dari SWIFT, layanan  antar bank yang memfasilitasi pembayaran internasional.

Sanksi-sanksi ini oleh beberapa orang disebut sebagai “Senjata maut” dolar. Dan  diprediksi akan membuat Rusia dan China, dua saingan geopolitik terbesar Amerika  mempromosikan infrastruktur keuangan alternatif mereka. Dan benar saja kedua raksasa ini lantas bereaksi dan tidak tinggal diam, tindakan mereka ini benar benar membuat dollar berada di pertaruhan yang nyaris tidak mungkin mereka menangkan selamanya.

Tetapi sebenarnya bukan hanya Beijing dan Moskow. Dari India hingga Argentina, Brasil hingga Afrika Selatan dan Timur Tengah hingga Asia Tenggara seperti Indonesia, negara-negara dan kawasan dalam beberapa bulan terakhir telah mempercepat upaya menuju pengaturan  yang bertujuan mengurangi ketergantungan mereka pada dolar.

 Inti dari inisiatif de-dolarisasi ini adalah ketakutan di banyak ibu kota bahwa Amerika suatu hari nanti Amerika juga dapat menggunakan kekuatan mata uangnya untuk menargetkan mereka. Seperti  yang telah dirasakan oleh Rusia.

Pertanyaannya, bisakah langkah ini benar-benar melengserkan dolar? Jawaban singkatnya: Mungkin, Tetapi memang, dominasi dolar tidak mungkin berubah dalam waktu dekat. Dan dolar  akan tetap menjadi mata uang utama perdagangan dan transaksi internasional. Tapi dalam jangka panjang, tidak akan mungkin ia akan bertahan selamannya tergantung sebarapa kuat lagi Amerika bertahan. di lihat betapa semakin tidak populernya amerika, hal itu bisa saja terjadi lebih cepat.

Sejumlah pakar menilai, hingga saat ini tidak ada mata uang lain yang saat ini bisa  menggantikannya. Namun pengaruh dolar  pada sistem keuangan global pastinya akan melemah. Jika  semakin  banyak negara mulai berdagang dalam mata uang lain dan mengurangi keterpaparan mereka terhadap dolar.

Sejarah Dominasi Dolar AS

Sejarahnya dimulai pada tahun 1944. Saat itu  perwakilan dari 44 negara bertemu di Bretton Woods, New Hampshire. Pertemuan ini untuk memperbaiki perekonomian dunia setelah perang.  Mereka bersepakat bahwa Amerika  sebagai ekonomi terbesar di dunia akan menetapkan nilai dolar dengan standar nilai emas. Dan  negara lain pada gilirannya akan mematok mata uang mereka terhadap dolar. Sejak saat itu negara-negara lain  harus menyimpan dolar sebagai cadangan untuk mempertahankan nilai tukar mereka. Ini  menjadikannya dolar sebagai mata uang global yang dominan.

Rezim Bretton Woods runtuh pada tahun 1970-an. Penyebabnya  karena Amerika tidak lagi memiliki cukup emas untuk menopang dolarnya. Namun pada saat itu dolar telah tertanam kuat sebagai mata uang cadangan yang digunakan oleh negara lain. Dollar menjadi lebih berharga daripada emas, bahkan harga emas bergantung pada dollar.

Begini gambaran gilanya: Jika misalnya ada sebuah negara mencetak uang sebanyak banyaknya, maka akan terjadi inflasi yang mengikuti turunnya nilai mata uang. Ada sebuah negara di afrika yang hanya untuk beli beras sekilo saja harus membawa segerobak uang kertas, benar benar gila gak ya. Mata uang di cetak berdasarkan aturan, mulai dari cadangan devisa, transaksi dan hingga neraca perdagangan. 

Tapi kalau misalnya amerika yang mencetak dollar sebanyak banyaknya, risikonya sangat kecil, mengapa? Karena dollar dipakai oleh banyak negara, amerika bahkan untung dari suku bunganya, sementara negara negara pengguna yang harus menyerap dan menanggung akibat inflasinya, sudah mengerti bukan? dollar itu adalah emas murni. Ia tidak memerlukan emas lain. Amerika tidak perlu cadangan emas, dollar saja sudah cukup. Titik.

Pasar keuangan Amerika yang dalam dan fleksibel, norma-norma tata kelola perusahaan yang relatif transparan, dan stabilitas dolar memastikan bahwa mata uang tetap dominan. Meskipun negara-negara lain tidak lagi wajib menetapkan mata uang mereka ke dolar.

Yang pasti, pembicaraan tentang de-dolarisasi bukanlah hal baru. Pertanyaan tentang dominasi dolar sudah muncul ketika sistem Bretton Woods runtuh. Kemudian  ketika Uni Eropa meluncurkan euro pada 1999. Dan  sekali lagi setelah krisis keuangan 2008-2009. Tetapi belum ada negara yang bisa menandingi kekuatan ekonomi amerika pada saat itu.

Dominasi dolar selamat dari badai itu. Saat ini hampir 60 persen cadangan devisa yang dikelola oleh bank sentral dunia disimpan dalam dolar.

Namun, itu juga menandai penurunan dari sekitar 70 persen pada tahun 2000. Situasi yang menunjukkan pergeseran bertahap dalam tatanan keuangan global. Sementara pangsa euro hanya naik sedikit sejak diluncurkan. Angkanya naik 18 persen menjadi hanya di bawah 20 persen saat ini. Mata uang China yang dikenal sebagai yuan memang telah tumbuh paling cepat sejak 2016. Tetapi tetap  kurang dari 3 persen cadangan global disimpan dalam mata uang itu.

Alicia GarcĂ­a Herrero, seorang peneliti senior di think tank Bruegel yang berbasis di Brussels  kepada Al Jazeera mengatakan dunia  jelas bergerak untuk melepaskan diri dari dolar. Selama setahun terakhir, keinginan  ini semakin meningkat.

“Sanksi yang dipimpin Amerika telah membuat banyak negara ketakutan. Ini  memberikan dorongan baru untuk upaya de-dolarisasi,” katanya.

Sedangkan Zongyuan Zoe Liu, peneliti   di Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di New York menggambarkan,   keputusan untuk mengeluarkan Rusia dari sistem SWIFT  seperti menggunakan opsi nuklir di dunia keuangan.

Dia mengatakan sentralitas SWIFT dalam perbankan internasional sering dibandingkan dengan Gmail dalam bidang komunikasi email.  “Dalam sistem keuangan global yang terintegrasi,  memotong Rusia dari penggunaan SWIFT  berarti merampas pembuluh darah mereka,” katanya.

Akan tetapi semuanya jadi tampak berubah drastis, ketika cina tumbuh menjadi kekuatan ekonomi besar, dan ketika Amerika di bawah trump memutuskan menjadi rival cina. Cina akhirnya menjadi aktif dalam upaya menghancurkan dominasi dollar ini. Disinilah banyak negara merasa memiliki pelindung baru alih alih hanya kepada Amerika sebagai satu satunya adi daya ekonomi global.

FAKTOR ADI DAYA BARU CINA

Ya, Negara-negara seperti China, yang sudah berada di garis bidik sanksi Amerika   khawatir tindakan seperti itu dapat digunakan terhadap mereka di masa depan. Dan tentu akan  berdampak pada fungsi ekonomi mereka.

Itulah mengapa ekonomi terbesar kedua di dunia itu  mencoba untuk secara aktif menjauh dari dolar Amerika. Ahmadi Ali, pakar sanksi dan peneliti di Pusat Kebijakan Keamanan Jenewa mengatakan  begitu keluar dari SWIFT,  sebuah negara kehilangan kemampuan untuk bertransaksi lintas batas dengan mudah.  “Negara itu akan  berisiko terputus dari rantai pasokan global dan itu bisa merusak ekonomi   secara keseluruhan.” 

China telah menyingkirkan obligasi Treasury Amerika nya. Ini  merupakan salah satu alat yang digunakan sebuah negara untuk menyimpan cadangan dolar. Sekarang China memegang US$870 miliar obligasi Amerika. Ini adalah  jumlah terendah sejak 2010. China juga telah menegosiasikan kesepakatan dengan negara lain untuk berdagang menggunakan yuan.

Pada bulan Februari, bank sentral Irak mengumumkan akan mengizinkan perdagangan dengan China menggunakan dalam yuan untuk pertama kalinya.  Ini penting mengingat Irak adalah salah satu pemasok minyak utama dunia.

Bank sentral Bangladesh juga membuat pengumuman serupa pada bulan September. Pada bulan yang sama, anggota Organisasi Kerjasama Shanghai yang didominasi China setuju untuk meningkatkan perdagangan dalam mata uang lokal mereka. 

Selain China, blok tersebut terdiri dari Rusia, India, Pakistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Kyrgyzstan. Dan pada bulan Desember, China dan Arab Saudi melakukan transaksi pertama mereka dalam yuan.

Sementara Rusia  telah memutuskan untuk menyimpan semua pendapatan surplus minyak dan gasnya pada tahun 2023 dalam yuan. Ini  karena Rusia semakin beralih ke mata uang China untuk cadangan devisanya.

Bikan Hanya Sanksi hal yang berbahaya dari dollar Amerika...

Sebenarnya sanksi bukan satu-satunya cara di mana ketergantungan yang berlebihan pada dolar dapat merugikan negara.

Paparan utang berdenominasi dolar dari ekonomi yang lebih kecil,  dan rencana untuk meningkatkan perdagangan regional juga menyebabkan negara-negara menjauh dari dolar. Nilai dolar Amerika sekitar 10 persen lebih tinggi dari pada awal Ukraina pada Februari 2022. Dan  30 persen lebih tinggi dari satu dekade lalu. Pada satu titik di bulan Oktober 2022, dolar berada pada level tertinggi sejak tahun 2000.

Peningkatan  nilai mata uang itu membuat utang berdenominasi dolar jauh lebih mahal untuk dibayar. Untuk negara-negara yang membeli bahan bakar, makanan, dan komoditas penting lainnya dalam jumlah besar dari negara lain, ini juga secara dramatis meningkatkan tagihan impor mereka.

Itulah mengapa bukan hanya China dan Rusia yang mencoba untuk mengurangi eksposur mereka terhadap dolar. Tetapi  banyak negara, termasuk teman dekat Amerika yang mencari alternatif.

Baru-baru ini  duta besar Uni Emirat Arab  untuk India mengatakan kedua negara berusaha menyelesaikan kesepakatan untuk memperdagangkan mata uang mereka, dirham dan rupee.  Uni Emirat Arab adalah salah satu mitra dagang utama India.

Pada bulan Januari, seorang pejabat Kementerian Perdagangan India mengatakan  bahwa Rusia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Mauritius  tertarik  berdagang dengan India dalam mata uang rupee.

Dan dalam pengumuman yang menjadi berita utama global, presiden Brasil dan Argentina pada bulan Januari 2023 mengatakan  mereka akan membentuk mata uang bersama untuk menyelesaikan transaksi perdagangan.

Hanya saja, terlepas dari berbagai upaya ini, para ahli tidak yakin bahwa mata uang apa pun dapat melengserkan dolar  dalam waktu dekat.  Satu-satunya mata uang yang dapat menggantikan dolar Amerika dalam jangka panjang adalah Yuan. Tetapi  untuk mengambil peran itu, mata uang harus sepenuhnya dapat dikonversi. 

Suatu mata uang menjadi sepenuhnya dapat dikonversi ketika dapat ditukar secara bebas ke mata uang lain untuk semua tujuan . Entah itu  di pasar keuangan, perdagangan, atau di pasar valuta asing global. Sementara yuan hanya dapat dikonversi untuk tujuan terbatas, seperti perdagangan. Ini membatasi daya pikatnya meskipun dampak China terhadap ekonomi global terus meningkat.

Beberapa ahli percaya bahwa sementara langkah menuju de-dolarisasi tidak akan menggantikan dolar dengan mata uang dominan lainnya.  Negara-negara seperti Argentina dan Brasil misalnya. Mereka  adalah ekonomi berbasis komoditas. Dan   dolar Amerika mendominasi perdagangan komoditas. 

Saat berhadapan dengan negara lain  mereka akan tetap bergantung pada dolar. Dan banyak negara, seperti Arab Saudi dan UEA masih memiliki mata uang yang dipatok terhadap dolar. Melarikan diri dari cengkeraman bagi negara-negara ini dolar tidak akan mudah.

SURGA MENABUNG

Secara global, dolar dipandang sebagai aset safe haven oleh investor, atau tabungan sorga atau sorga tabungan. Terutama selama krisis ekonomi. Ini karena kepercayaan yang tinggi terhadap ekonomi Amerika. Kepastian itu terlihat dari meningkatnya permintaan dolar pada saat-saat seperti itu.

Tetapi permintaan itu juga yang menyebabkan devaluasi sebagian besar mata uang terhadap dolar pada tahun 2022 selama perang di Ukraina.

Bagaimanapun harus diakui ada  keuntungan tak terhindarkan ketika melakukan perdagangan dalam satu mata uang seperti dolar.  Ini membantu mengurangi biaya transaksi dan bertanggung jawab atas sifat yang sangat terintegrasi dari sistem keuangan global. Berdagang dalam berbagai mata uang meningkatkan risiko volatilitas mata uang.

Sistem perdagangan internasional yang terfragmentasi akan membuat transaksi menjadi tidak efisien. Namun jika meningkatnya penggunaan sanksi yang memotong ekonomi dari mekanisme keuangan global dan rantai pasokan, fragmentasi itu mungkin tak terelakkan.

Jika pertanyaannya adalah apakah sistem mata uang yang lebih terdiversifikasi itu baik atau buruk, maka memiliki satu mata uang standar untuk melakukan bisnis karena sejauh ini telah bekerja dengan baik. Tetapi hampir semua ahli bersepakat syaratnya  Amerika Serikat tidak bisa seenaknya mempersenjatai dolar. Atau dalam arti kata lain, menjadikan dollar sebagai senjata....

SHARE YA:

Akankah Reset Earth menjadi pilihan Dunia setelah Pandemi

Tidak ada komentar

Agustus 17, 2021

Isu lingkungan hidup adalah hal paling mendesak, namun juga hal yang paling di abaikan oleh orang orang berkuasa dan apalagi kalangan berduit. Jujur saja ini sangat menyedihkan.

Setelah pandemi covid19 apa yang akan terjadi? Pertanyaan ini masih mengambang di pikiran sebagian orang yang berfikir kearah satu hal mengerikan. Mengapa WHO ikut begitu jelas menghawatirkannya? Ya, tidak lain karena sejumlah besar ilmuwan semakin bersepakat bahwa jika kita tidak mengatasi hal hal besar ini ketimbang perang dan dan berebut kekuasaan, menghabiskan sumber daya untuk memperkaya diri sendiri, maka dunia akan berakhir sangat mengerikan. Kita sedang menghadapi bahaya nyata dan besar di hadapan kita. 

reset earth, akankah semua akan di mulai dari awal lagi?
reset earth, akankah semua di mulai dari awal lagi?

Apakah 7 milyar manusia dapat sepaham? Tergantung para pemimpinnya!

Ini bisa jadi bukan sebuah analogi yang menyenangkan. Kita pada akhirnya melihat gedung berlumut debu karena tidak ada lagi beaya untuk mengurusnya, tidak ada lagi sumber daya yang bisa di olah untuk itu. Setelah pandemi? Mungkin tidak akan seburuk itu karena kita selalu akan bisa mengatasinya, namun selalu ada pola yang mengiringinya sebelum kita mati matian membantah bahwa hal tersebut tidak nyata.

Kita melihat sekoper uang untuk membebaskan lahan dan menjadikannya pabrik dan gedung dan hitungan di dalam rekening digital bank. Sebentar lagi semua itu akan menjadi tidak berguna.

Inilah isu lingkungan hidup. ini bukan kali pertama orang orang telah memperingatkannya di dalam tulisan dan seminar seminar. Simak baik baik, ini semua akan menjadi sangat nyata. Bisa jadi ini sudah bukan pilihan kita lagi, akan tetapi reset earth, dimana bumi telah menentukan pilihannya sendiri.

1. polusi udara

Bahkan udara yang kita hirup terasa semakin beracun, meracuni paru paru kita. Akan tetapi tampak manusia akan beradaptasi dengan semua itu namun tentu saja dengan cara mengatasinya bukan merubah manusia menjadi X-Men.

Hari ini ada secarik kertas bertuliskan angka yang telah disepakati, besoknya kobelko dan demper menumbangkan kayu kayu menghancurkan sarang burung dan lebah menghantam danau alam membunuh telur ikan dan kupu kupu. Akar akar tercabut cacing dan ulat terkejut. Rumah mereka - rumah dari berbagai ragam hayati itu telah hancur, dunia mereka telah kiamat. Tidak ada yang menulis untuk mengenangnya, apalagi untuk menjelaskan tindakan kriminal terhadap spisies lain yang bukan manusia. Manusia jauh lebih penting. 

Tindakan 'kriminal' ini tidak akan ada kisah detailnya, tidak ada manusia yang lebih tertarik pada nasib spisies lain selain diri mereka sendiri. Tidak tercakup dalam undang undang manapun di dunia. Dunia akan tertawa jika ada manusia yang masuk penjara karena membunuh cacing, lagipula jika itu terjadi betapa besarnya beaya yang harus dikeluarkan pada saat pemilik modal ingin mendirikan pabri pabrik beracun mereka.

Cerita tidak berakhir sampai disana bertahun tahun kemudian berdiri bangunan dengan AC yang menyemburkan gas beracun. Pabrik mengeluarkan emisi ke udara, limbah di buang mencemari air dan seribu orang mendapat pekerjaan untuk menghidupi keluarganya seolah tidak ada lagi cara lain. Seolah itu bukan 'dosa' hampir tidak ada kitab agama yang mendalilkannya secara tegas hal tersebut sebagai dosa, semua menjadi metafora dan keangkuhan manusia yang  menjadi absurd.

Dan tanah yang mereka pijak itu terkubur korban korban tidak berdosa, dan memang sebagai manusia kita tidak pernah merasa bersalah untuk itu. Tapi lihat emisi udara itu mulai terhubung satu sama lain dengan tindakan seratus juta perusahaan lain mulai melubangi pelindung langit di atas kepala kita. Lihat siapa sebenarnya yang telah melindungi kita dan siapa yang kemudian merusaknya. Kita telah membunuh sekutu kita sendiri untuk melindungi alam. Kita membunuh mereka dan itu terus saja kita lakukan.

Sebentar lagi mata pedang itu akan berbalik mengancam tepat ke tenggorokan kita.

2. Penggundulan hutan

Hutan adalah penyeimbang siklus kehidupan di muka bumi, rantai pasokan sumber daya paling panting bagi sebuah ekosistem, rumah bagi kehidupan banyak spesies makhluk hidup yang seharusnya 'WAJIB DAN WAJIB' kita lindungi. Karena disana hidup hewan hewan liar, yang melata, yang berlari dan yang berterbangan sebagai burung dan serangga. 

Habitat mereka adalah kota metroplis yang paling indah di muka bumi, paling original dan paling unik, jika saja manusia menyadari sebuah hutan Amazon tidak akan sepadan di bayar dengan selusin kota dubai, Jakarta dan shanghai. Tidak akan sepadan dibayar dengan selusin kota New York. Sekali lagi ini adalah analogi sinis. Tapi lihat seperti apa dunia kita sekarang.

Kota kita adalah kota dengan tembok beton yang mati, terdiri dari bahan tambang batu cadas dan mineral loga mati. Kota kota beton kita semakin tinggi bagai jarum yang menusuk ke langit. 

Sedangkan kota metropolitan mereka hidup dan terhubung satu dengan yang lain. tiang tiang tinggi sebagai pepohonan, lantai dan beludru rerumputan, atapnya adalah dedaunan yang dengan gembira menerima curahan hujan yang meriah. Kota kota dengan jiwa. Lalu kita melihat hukum rimba mereka dan membandingkannya dengan sistem pengadilan yang kita susun berdasarkan SOP kepentingan kita sendiri, ya ya kita harus mengakui, itu adalah hal terbaik yang kita miliki selama ini. 

Dan birokrasi kita yang tidak alami itu selalu kaku: Ini adalah prosedur, ini adalah aturan, ini adalah dasar tindakan kita. Seburuk itukah kemampuan kita melindungi bumi? 

Dan orang orang yang melakukannya telah di didik untuk mentaatinya melaksanakannya, dan mereka menghabiskan sumber daya berupa uang di bangku sekolah dan universitas hanya untuk hal itu. Bagaimana memandang segalanya agar lebih melihat banyak hal? Tidak ada, kita harus bekerja di dalam sistem, di dalam ruang lingkup ke ahlian kita masing masing dan ketika hal itu menjadi salah maka sistem itu menjadi salah. Diktaktor di balik pengedukasian!

Mari kita bicarakan kota mereka, milik spesies spesies yang kita hancurkan itu.

Kota mereka adalah kota kota yang di bangun oleh kaki tangan Tuhan, kota yang memiliki roh dan saling terhubung, kini kita telah meruntuhkanya dengan kejam. Kita tidak akan pernah membangun kota kota seperti itu lagi selamanya, dan bahkan dengan amat naif mengatakan teknologi pencakar langit sebagai lebih maju, betapa memalukannya kita.

Mereka kita hancurkan karena sistem birokrasi mereka buruk? Betapa kasihannya kita, mereka hancur karena mereka tidak jahat seperti kita. Mereka ditakdirkan untuk menjadi korban kita, dan di sini letak ujiannya, jika kita terus menyangkal bahwa kita tidak memahaminya, maka artinya kita Jahat. Karena pada akhirnya kita memutuskan satu siklus untuk memicu kehancuran bumi, tempat nyawa kita di tiupkan pertama kalinya.

kita tidak akan membuat hiperbola lebih jauh, yang jelas adalah hutan telah gundul, dan akan selalu ada manusia jahat membawa sekoper uang atau sederet angka digital untuk menghancurkan ekosistem yang lain untuk membunuh jiwa jiwa yang lain. Kita terperangkap dalam sebuah sistem penghancuran yang rumit: Sebuah sistem keuangan yang jahat. Jika satu saja mata rantainya terputus Bursa efek jadi Shock, perekonomian dunia lantas gonjang ganjing. Dan ketika memperbaikinya sekali lagi kita akan mengorbankan mereka yang non manusia. Dan begitulah dilema kita sekarang.

3. Pencemaran air

Meskipun undang undang dan aturan telah disediakan, hasil di lapangan membuktikan air sudah sangat tercemar! Terutama di negara negara berkembang, mereka berusaha meningkatkan perindustrian dengan menidirikan pabrik pabrik. Diam diam sebagian limbah ini di buang entah bagaimana hal tersebut kemudian mencemari air yang dibutuhkan untuk hidup. Dan air sangat vital bagi kehidupan!

Perlombaan hidup, bertahan untuk menjadi sejajar dengan yang lain melalui cara yang sama dengan musuh musuh kita: Membunuh.

Dan lagi lagi persoalannya akut sekali: Beaya lingkungan terlalu tinggi, mengurangi profit jika melakukan sesuai regulasi dan hal ini di perparah lagi oleh orang orang tamak dan korup baik di perusahaan maupun di dalam lingkungan pemerintahan yang sedang menegakan regulasi lingkungan. Maaf analoginya sangat buruk: Pihak perusahaan mengambil jalan pintas memberikan sebuah amplop, dan...kita sungguh tahu kelanjutannya.

Apapun alasannya, seberapa muliapun alasan dan kebohonganya: Demi mempertahankan seribu karyawan. Apakah itu sepadan dengan mengorbankan kepentingan 7 milyar jiwa manusia. Ah, itu hanya secuil debu dari berton ton masalah lingkungan, tapi sadarkah kita secuil debu itu akan memicu kehancuran dunia?

Janganlah berfikir picik dan egois. Akan tetapi itulah kita nanti di depan kaca cermin sejarah. Itulah sebabnya mengapa lautan jauh lebih luas dari daratan, ia adalah ujian bagi kita.

4. Penipisan Ozon

Di langit kita mengintai sebuah bahaya yang besar, tidak selalu harus spontan, ia bergerak perlahan dan semakin mendekati anak anak kita.

Menipisnya lapisan ozon adalah penyebab utama meningkatnya kanker kulit di penjuru dunia. Dengan menipisnya lapisan ozon, maka suhu bumi akan semakin meningkat. Lantas, apa yang menyebabkan penipisan ozon? Klorofluorokarbon (CFC) dan halon yang biasa ditemukan dalam kaleng semprotan aerosol serta refrigerant ternyata memiliki sumbangsih dalam menipiskan lapisan ozon. Kita tidak bisa seluruhnya menjadi X-men yang dapat beradaptasi dengan cepat karena hal itu.

Sinar UV ini juga yang disebut para ahli bertanggung jawab menyebabkan gangguan terkait kekebalan dan mempengaruhi produktivitas pertanian. Kita mulai kehingan segala imunitas biologis kita.

Mulailah untuk menyadari bahwa semua itu adalah salah kita. Kita memulai perang dengan Tuhan, karena kita telah banyak membunuh spisies lain. Sebentar lagi kita akan menciptakan A.I. dan memperpanjang missi perburuan kita, menjadikan mereka makhluk makhluk dan hantu hantu digital cerdas itu sebagai Assasin.

5. Hilangnya keragaman hayati

Banyak spisies makhluk hidup akan punah. Jika selama ini kita tidak memperdulikan mereka, percayalah kali ini kita akan merindukan mereka yang selama ini ada bersama kita menghirup udara yang sama, meminum air yang sama. 

Tidak dapat dibayangkan tidak ada lagi kupu kupu, tidak adalagi kucing besar, dan rusa rusa berlarian di rimba. Tidak ada lagi selain manusia manusia yang hidup tanpa menggunakan hati nurani.

Beberapa bunga yang bemekaran juga akan lenyap karena fasilitas alami lingkungan yang menopang struktur dan fitur kehidupan mereka telah rusak berat, di rusak oleh kita. Bagaimana rasanya merindukan capung dan kupu kupu yang berterbangan? Mereka memang tidak mengenal kita tapi kita mengenal mereka dan mereka selama ini adalah bagian dari isi dunia ini. Ini mungkin gambaran kecilnya saja. 

Tetapi percayalah kita akan banyak kehilangan sebelum kita kehilangan spesies kita sendiri: Ras manusia. Namun sebelum semua itu terjadi kita akan kehilangan sorga kita di bumi.

Dan...Kita sedang menunggu dunia RESET

Tidak banyak solusi yang kita ketahui, karena belum ada kesepakatan nyata untuk itu. Untuk berhenti merusak lingkungan alih alih terpesona oleh penggalian tambang minyak dan batubara. Oh ya kita tahu para pemodal tidak akan sepakat, mereka mulai kampanye bisnis mereka lagi, mulai menakuti kita dengan kemiskinan hidup denganc ara menghalangi akses ke beberapa sumber daya. Tulisan ini tidak sempat berhepotesa, tulisan ini hanyalah khayalan, tetapi coba pikirkan sejenak, mengapa kita selalu merasa di persulit?

Tinggal menunggu waktu, dunia akan reset. Reset ke awal lagi. Berita baiknya reset berarti dunia akan kembali fresh seperti semula dan itu memberikan kesempatan kedua pada generasi berikutnya untuk belajar lebih bijaksana. Jika mereka belajar mereka akan bertahan dan hidup berbahagia.

Berita buruknya reset selalu menghancurkan segalanya terlebih dahulu, memusnahkan noda noda. Menghapus kesalahan yang telah ada, kita benci fiksi armegadon jika ia menjadi kenyataan, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh kaki tangan kaki tangan 'Tuhan' tapi juga belajar bahwa kita ini bukan satu satunya generasi yang harus di lindungi, bukan juga satu satunya yang harus 'dimusnahkan' demi kelanjutan umur dunia. Pertanyaannya apakah generasi kita berada dalam takdir reset itu?

Kita tahu di tangan lima negara ada senjata nuklir yang fitur fitur dan daya hancurnya meningkat drastis dari masa ke masa. Dan di hadapan kita ada isu lingkungan hidup yang sangat kritis. Dari sana ada bayang bayang ancaman bahwa dunia akan RESET!

  
Hitungan mundur.....10,9,8,7,6,5,4,3,2,1.......

Dan bommmm! Kita tidak mengingat apa apa lagi dalam ketiadaan. Hingga 2000 tahun berikutnya mereka yang menggantikan spesies kita melakukan penggalian arkeologi, untuk menemukan sisa sisa fosil dan belajar mencari tahu mengapa dunia pernah RESET? 

Buat ayahku, ibuku dan kakakku orang orang yang paling aku cintai, yang paling aku rindui, ternyata semua perasaan itu terhubung kepada kosmos yang mengelilingi kita rasa bersatu dengan alam semesta ini. Rasa yang selalu kita abaikan, entah mengapa hal itu bisa terjadi.

Itu bisa menjadi sebuah pelajaran yang sangat mahal. Dan akankan memakan 7 milyar jiwa manusia? Apakah aku hanya berkhayal? Bahkan sekalipun orang yang paling aku cintai di dunia ini mengatakannya, aku merasa banyak sekali probabilitas yang dapat kita kesampingan di dunia ini ketika segalanya yang kita perhatikan mulai tampak mustahil. 

Tapi adakah yang dapat mengatakan kepadaku bagaimana caranya menyelamatakan dunia selain bersatu padu?


Ikuti terus trik, tips, teknik hack dan kabar terupdate dari blog ini! Share:

SHARE YA: